<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544</id><updated>2011-07-29T07:49:31.025+07:00</updated><title type='text'>[ Dunia di Musim Hati ] :: sajak-sajak Agung Yudha</title><subtitle type='html'>&lt;i&gt;&lt;b&gt;"mereka yang berkumpul kembali, semenjak bertebaran entah ke mana..."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://agungyudha.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>160</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-4751899748279404888</id><published>2010-04-26T17:16:00.000+07:00</published><updated>2010-04-26T17:19:17.534+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Tantra Sakhyasoma</title><content type='html'>Kulantangkan puja bagi mereka yang terlanjur menggenggam dunia dalam kolam teratainya. Musim sudah sampai lembar ketiga, menunggu buka cahaya yang bakal menuntun arah langkah menuju gerbang penjara paria. Ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;naumaku sammanda bodanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geretak gigi mewajah marah membiru muka dan raga. Matanya nyala menjadi bunga alang di hamparan batu tempat terduduk dilingkup bara. Ia diam tak bergerak. Wahai gerang gusar mega hancur ragusara. Sakit ini memanggilmu untuk menelungkup pada hari terang dan senja benderang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;senda makaroshada sowataya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurengkuhi pedang bertatah bunga matahari emas dan aku berdiri di atas kuda berwarna malam. Kepada perang yang penuh dengan tanya dan curiga kubiarkan larik sinar biru itu mengikat kita sekali lagi. Karena kita sudah memilih kendara para satria kita. Untuk lari dan engah dalam gegas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Om Shura Sowaka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[26.04.2010]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-4751899748279404888?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/4751899748279404888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/4751899748279404888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2010/04/nirwala-tantra-sakhyasoma.html' title='Nirwala: Tantra Sakhyasoma'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-4799432639387633545</id><published>2010-04-26T16:51:00.000+07:00</published><updated>2010-04-26T16:52:28.238+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Yaate Atichaara</title><content type='html'>Tubuhtubuh basah itu bergelimpang merah. Di landas mereka jala. Di atap mereka musnah. Dan kereta pun melaju begitu saja tanpa toleh dan tatap, meninggalkan reruntuhan debu bersama tiga pasang nyala mata perempuan penuh amarah terkabur darah. Tombaktombak telah patah rempak sebagaimana kereta yang melaju begitu saja tanpa toleh dan tatap. Diam itu gelap. Dingin itu senyap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[08.12.2009]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-4799432639387633545?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/4799432639387633545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/4799432639387633545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2010/04/nirwala-yaate-atichaara.html' title='Nirwala: Yaate Atichaara'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-9007627001042879591</id><published>2008-03-28T11:57:00.000+07:00</published><updated>2008-03-28T12:06:38.161+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Pramadhia Bhumi</title><content type='html'>Bulan purnama tertutup bayang mendung. Malam itu. Dari balik bintang gunung tinggi menjulang berjubah biru tersenyum pada tanah lapang dirundung gerimis. Di genggamnya ada pesan jingga yang dilemparkannya pada kereta kencana yang lewat sekedarnya bersama berlaksa butiran salju bersenjata perak berperisai tembaga. Letup demi letup ingat merangkai menjadi nada sayup mendesing menembus pundak kanan lalu menancap sedepa dari gendang telinga. &lt;br /&gt;Ya Amur, sang penguasa kesunyian, engkaukah itu yang menitipkan kilap pucuk tombak melalui angin dingin helaan nafas sang putri salju? ke mana pisau kayumu? kenapa tak kau biarkan aku menampak rajah mantra di punggungmu? sementara gigil ini nyaris beku oleh dini hari. &lt;br /&gt;Bulan purnama masih tertutup bayang mendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kartum, 23.03.2008]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-9007627001042879591?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/9007627001042879591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/9007627001042879591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2008/03/nirwala-pramadhia-bhumi.html' title='Nirwala: Pramadhia Bhumi'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-4132315308953999886</id><published>2008-02-06T12:49:00.000+07:00</published><updated>2008-03-28T11:57:23.205+07:00</updated><title type='text'>Ini Sebuah Puisi Serius!</title><content type='html'>Gericik peluh dan airmata terdengar lempang dan antah serupa denting sendok beradu dinding gelas keramik mengaduk kopi gula dan kayu manis beriring zikir melafal asma'ul husna. Lelah menyeruak pada punggung berjelaga dalam sepi dini hari yang cuma ditemani suara lonceng jepang di atas beranda, mengambangi pagarpagar dan tiraitirai bambu menyapih gelap yang tak seberapa syahdu. Menjelma pada lenguh dan tangis anak malam di setiap pagutan kabut subuh, di setiap jenjangan tangga menembus langit ketujuh tempat iblis menebar bunga dan malaikat mabuk ganja. Mereka tidak sedang berkolaborasi menulis puisi memang. Tidak akan pernah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[01.02.2008]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-4132315308953999886?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/4132315308953999886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/4132315308953999886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2008/02/ini-sebuah-puisi-serius.html' title='Ini Sebuah Puisi Serius!'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-9013282736549683709</id><published>2007-08-23T16:06:00.000+07:00</published><updated>2007-08-23T16:11:30.297+07:00</updated><title type='text'>Nursi</title><content type='html'>Kabut kelabu pekat itu menggelinding liar ke kanan dan kiri. Melintasi batu dan pepohonan yang liar ranggas di tepian tanah ladang terbengkalai entah sejak kapan. Dari balik kilat lidah api unggun sepasang mata resah memikirkan sebuah pencarian yang belum kunjung usai. Teronggok pula sang putih bersemangat sayu berharapan ragu membincang panjang lebar tentang perjalanan dan jarak tempuh sedepa demi sedepa yang berwindu sudah dijalani. Gerai kelam tersampir di bahu. Selamanya begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[08.08.2007]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-9013282736549683709?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/9013282736549683709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/9013282736549683709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2007/08/nursi.html' title='Nursi'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-3364496595507564695</id><published>2007-05-10T14:04:00.000+07:00</published><updated>2007-05-10T14:07:37.747+07:00</updated><title type='text'>Gossip Hari Ini (10)</title><content type='html'>tiga malam ini&lt;br /&gt;ia menari bersama kupukupu kelabu&lt;br /&gt;lalu seekor ular melahap kepalaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[01.05.2007]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-3364496595507564695?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/3364496595507564695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/3364496595507564695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2007/05/gossip-hari-ini-10.html' title='Gossip Hari Ini (10)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-115501859117606181</id><published>2006-08-08T13:22:00.000+07:00</published><updated>2006-08-08T13:29:51.186+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Sangkalaswarna</title><content type='html'>Kepada ombak yang menyapih barisan karang di bibir pantai itu ia mendongak. Riak sendu diam. Ingatan mundur barang beberapa depa pada puncak gunung salju yang menoleh tersenyum tentram di sebuah siang yang terik di hulu tempat jeram bermula. Ia rindu pada sinar-sinar biru yang merajam tubuh dan sukma. Ia rindu pada nyala mata yang menghidupi petani-petani di ladang desa. Ia rindu pada derap kuda yang melintasi sungai dengan telapak terluka. Ia rindu pada purnama: yang tak lagi hadir dan gurau di tepi samudra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Pejaten, 08.08.2006]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-115501859117606181?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/115501859117606181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/115501859117606181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2006/08/nirwala-sangkalaswarna.html' title='Nirwala: Sangkalaswarna'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-114702272677044648</id><published>2006-05-08T00:22:00.000+07:00</published><updated>2006-05-08T00:25:26.780+07:00</updated><title type='text'>Licorice</title><content type='html'>biarkanlah sang hati melepas rindu pada awang di rak sepatu, di lemari buku, di daun jendela dan pintu. jangan kremasi. lebih baik hidangkan bersama nasi untuk sarapan kita esok hari bersama secangkir kopi pagi dan kepul asap rokok yang menerobos sela-sela gigi menuju ruang-ruang kosong di selangkangan otak kanan dan kiri berganti-ganti. siapa tau entah nanti matahari terbit dari balik bayangan kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Cikini, 01.05.2006]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-114702272677044648?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/114702272677044648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/114702272677044648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2006/05/licorice.html' title='Licorice'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-113699625028899660</id><published>2006-01-11T23:12:00.000+07:00</published><updated>2006-01-11T23:17:30.306+07:00</updated><title type='text'>Blues Night</title><content type='html'>di kepung lengking harmonika dan raung sayat gitar, segumpal bentuk membayang diantara tabir kabut kepul asap rokok dan silau lampu panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekujur jiwa raga ini lebam dicambuk rindu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Menteng, 06.01.2006]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-113699625028899660?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/113699625028899660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/113699625028899660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2006/01/blues-night.html' title='Blues Night'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-113501706957352418</id><published>2005-12-20T01:27:00.000+07:00</published><updated>2005-12-20T01:31:09.583+07:00</updated><title type='text'>Kronologi Kematian Seonggok Raga</title><content type='html'>batang batang lurus gagah hijau&lt;br /&gt;menjulang menembus tirai hujan&lt;br /&gt;berteman kabut puih pekat laknat&lt;br /&gt;berlarian susul menyusul melanggan dingin&lt;br /&gt;menebar aneh di mata rasa&lt;br /&gt;getar pada dinihari dinihari&lt;br /&gt;entah gundah entah kecewa&lt;br /&gt;menggali sumber tak seberapa jauh dari pagar kornea&lt;br /&gt;berlatar layar hitam di panggung-panggung manusia&lt;br /&gt;dan gending smaradhana dengung talu melawan waktu&lt;br /&gt;mengiringi tarian jengah dan angap&lt;br /&gt;saat itu tibatiba&lt;br /&gt;kulihat ujung pedang diantara kedua alis mata&lt;br /&gt;terlalu dekat untuk mengejap&lt;br /&gt;terlalu singkat untuk mengenang&lt;br /&gt;walau tebas yang dinanti tak kunjung datang&lt;br /&gt;sementara&lt;br /&gt;segelas air jahe hangat di tangan kanan&lt;br /&gt;sudah tumpah sedari tadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Tulungrejo, 09.12.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-113501706957352418?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/113501706957352418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/113501706957352418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/12/kronologi-kematian-seonggok-raga.html' title='Kronologi Kematian Seonggok Raga'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-113289250423224481</id><published>2005-11-25T11:17:00.000+07:00</published><updated>2005-11-25T11:21:44.243+07:00</updated><title type='text'>Gossip Hari Ini (9)</title><content type='html'>Ia yang menyala pada bara, menggema pada gua, mengaum pada singa, bersujud pada batu nan semenjana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25.11.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-113289250423224481?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/113289250423224481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/113289250423224481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/11/gossip-hari-ini-9.html' title='Gossip Hari Ini (9)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-113286228911754135</id><published>2005-11-25T02:53:00.000+07:00</published><updated>2005-11-25T02:58:09.126+07:00</updated><title type='text'>pada suatu taklimat</title><content type='html'>baru saja aku bertemu dan mengenalku sore tadi. aku yang mengingatkanku pada pertempuran demi pertempuran penuh dendam dan airmata selama tigabelas kali empat musim. aku yang mengenangkanku pada pilarpilar batu raksasa yang meruntuh satu demi satu bersama lariku dari lapang masa. aku yang membayangkanku pada air api udara tanah dan logam yang dipatri serasi membentuk bunga kamboja menghadap senja. aku yang menghafalkanku pada adegan demi adegan film biru penuh peluk cium dan belaiku atasku.aku yang memotret dunia berkalian tanpa mengatur asa, mengandalkan diafragma dan lampu kilat saat hujan menyapu malam dengan lidilidi airnya nan bertebaran tak terikat. aku yang menggigil dalam hangat selimut rumput basah yang baru dipanen dengan aniani oleh ibuibu petani padi di sawah garapan yang hanya sedepa lebarnya. dan selasar maya itupun bukan hijau warnanya. hijau tak ada diantara pilihan kotakotak warna yang kusuguhkan dalam waktu dua termin di depan mukaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25.11.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-113286228911754135?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/113286228911754135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/113286228911754135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/11/pada-suatu-taklimat.html' title='pada suatu taklimat'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-112842194578601473</id><published>2005-10-04T17:15:00.000+07:00</published><updated>2005-10-04T17:32:25.790+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Nareshvari Upavatha</title><content type='html'>bulan purnama yang lalu tak memberi apa-apa pada kepastian. yang ada hanya air pasang yang malas-malasan menggerus pasir pantai dan menariknya ke dasar samudra. perempuan itu berlalu dengan senyum di bibirnya dan perih di dada. rambutnya basah oleh sisa airmata senja. padang itu sunyi. cuma suara tetes darah putih menggema dari bibir merah yang lumat oleh rintih. lidah api yang merambat sepanjang salib kayu mahoni tak juga debukan jubah biru yang berkibar bagai bendera perang di kurusetra. hidup tak jadi menghampiri, mati pun enggan pergi. perempuan itu berlalu dengan senyum di bibirnya dan perih di dada. rambutnya basah oleh sisa airmata senja. di belakangnya ada dendam dan rindu terengah mengejar sambil mengacungkan senjata ke udara. genderang upacara tak lagi menyuara. padang itu sunyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[04.10.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-112842194578601473?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112842194578601473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112842194578601473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/10/nirwala-nareshvari-upavatha.html' title='Nirwala: Nareshvari Upavatha'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-112306799910911886</id><published>2005-08-06T18:16:00.000+07:00</published><updated>2005-10-04T17:38:03.233+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Mahangkara Laya</title><content type='html'>Hati perih serupa luka tergores getir sinar-sinarmu yang menghijau biru. &lt;br /&gt;Hentikanlah, atas nama kisah. &lt;br /&gt;Badan ringkih penuh hitam ini nyaris tak sanggup lagi menyusun bebat membendung gelimpangan nyeri tak tertahankan.&lt;br /&gt;perlukah kularik dengan bunga matahariku, dan jadikan kita semua binasa? &lt;br /&gt;Atau kau lebih suka menancap jantungku dengan pedang tujuh anasirmu dan membiarkan bumi, kayu, api, dan air larut bersama aliran darah kematian dan kenangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[02.08.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-112306799910911886?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112306799910911886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112306799910911886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/08/nirwala-mahangkara-laya.html' title='Nirwala: Mahangkara Laya'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-112263338490357559</id><published>2005-07-29T17:29:00.000+07:00</published><updated>2005-07-29T17:36:24.910+07:00</updated><title type='text'>Surat Menyurat Singkat</title><content type='html'>aku tidak sedang jatuh cinta. aku sudah tak lagi cari bahagia dari orang lain seperti dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;"aku hanya khawatir. tidak boleh?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengapa harus mengkhawatirkan kepingan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;"tidak harus. tapi itu pilihanku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat apa? takut serpihan itu terinjak? toh sudah remuk, tak apa dilindas apapun juga. paling terbawa angin puyuh. kelar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;"jadi aku tak punya hak atas pilihan ku sendiri? baik. aku pergi. tak akan kuganggu kau lagi."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;bukan tak punya hak, aku cuma tanya kenapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;"tak perlu lah kau tau kenapa. toh alasanku tak ada pengaruhnya buatmu kan?"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;ya sudah terserah. kalau mau pergi ya silakan, toh dari dulu kau sudah pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;"karena aku menyayangimu dan tak ingin melihatmu bersedih. tapi kau tampaknya lebih suka berkutat dengan kesedihanmu dan pura-pura bahagia. alasanku tak ada guna, kenapa masih ditanya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak pura-pura bahagia. aku juga tak sedang bahagia. aku sekedar berusaha menikmati hidup yang tinggal tak seberapa lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#6666cc;"&gt;"ya nikmatilah. maaf mengganggu."&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;[29.07.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-112263338490357559?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112263338490357559'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112263338490357559'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/07/surat-menyurat-singkat.html' title='Surat Menyurat Singkat'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-112263119063625851</id><published>2005-07-29T16:57:00.000+07:00</published><updated>2005-07-29T17:09:14.080+07:00</updated><title type='text'>Gossip Hari Ini (8)</title><content type='html'>merah itu mengalir lagi pagi tadi. kali ini bukan dari pori-pori atau kulit daging yang mengelupas terkena gurat anasir ketiga. melainkan dari ruasruas selokan kota tempat kata-kata bergerilya sebelum keluar menginjak dunia memecah kesunyian. tak apalah, tak sederas semalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29.07.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-112263119063625851?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112263119063625851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112263119063625851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/07/gossip-hari-ini-8.html' title='Gossip Hari Ini (8)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-112119249858714374</id><published>2005-07-13T01:18:00.000+07:00</published><updated>2005-07-13T01:21:38.586+07:00</updated><title type='text'>Gossip Hari Ini (7)</title><content type='html'>seorang teman baik &lt;br /&gt;punya kekasih baru&lt;br /&gt;seorang teman baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12.07.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-112119249858714374?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112119249858714374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112119249858714374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/07/gossip-hari-ini-7.html' title='Gossip Hari Ini (7)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-112119226508600215</id><published>2005-07-13T01:14:00.000+07:00</published><updated>2005-07-13T01:17:45.090+07:00</updated><title type='text'>Gossip Hari Ini (6)</title><content type='html'>hari ini bertambahlah usia&lt;br /&gt;tiga warna pastel baru di atas lemari kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12.07.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-112119226508600215?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112119226508600215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/112119226508600215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/07/gossip-hari-ini-6.html' title='Gossip Hari Ini (6)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-111597396602737701</id><published>2005-05-13T15:41:00.000+07:00</published><updated>2005-05-13T15:46:06.033+07:00</updated><title type='text'>Aku Menyeru Dari Bukit Persaksian</title><content type='html'>seorang peri tak terlalu baik hati bersembunyi di dalam tubuh kering kurus dan kumal. bayangan kelam meluncur jatuh dari balik malam menyambar jubah hitam yang melingkupi bola batu sisa magma zaman paleolitikum yang mengeram di dasar palung laut mati. sedemikian hingga muda tak lebih hanyalah angka-angka tak seberapa berguna yang layu bersama usia, mengalir bersama darah ke perigi pasir penanda waktu saat roda-roda gerigi kecil yang bertautan rumit bahkan belum menjadi hendak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hisap dalam-dalam kepul asap kelabu itu selagi siang masih membayang dibalik daun-daun mangga yang bertebaran di halaman. gambarilah wajah dan tubuhmu dengan cat aneka warna selagi malam masih meringkuk dibalik selimut khayalan. karena raga adalah budak dari setiap raga dan jiwa adalah tuan dari segenap jiwa. sementara itu, biar kusimpan sebuah prosa misteri untukmu! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13.05.2005]&lt;br /&gt;_&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-111597396602737701?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/111597396602737701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/111597396602737701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/05/aku-menyeru-dari-bukit-persaksian.html' title='Aku Menyeru Dari Bukit Persaksian'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-111165707707173459</id><published>2005-03-24T16:29:00.000+07:00</published><updated>2005-05-12T03:20:28.070+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Ranjana Chakra</title><content type='html'>Sepasang bintang singgah sejenak di dekat papan penunjuk arah, dengan mata mata yang resah mencari ekor mereka yang melepaskan diri meski tidak terancam mati. Adakah ia pergi berkendara awan yang tak lazim memisahkan diri dari gerombolan debu mendung yang bergerak menuju gerbang kotaraja siap melontarkan panah-panah kristal es pada dinding batu mencoba meruntuhkan congkak yang tersisa dari kaisan makanan basi yang tercampak di latar-latar lapang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang langkah sempat tegun sesaat, sekejapan mata elang yang tak lagi nyalang meski tak sepotong nyawa pun lepas oleh rengkuhan cakramnya. Dimanakah kini hamparnya ladang bunga matahari? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24.03.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-111165707707173459?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/111165707707173459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/111165707707173459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/03/nirwala-ranjana-chakra.html' title='Nirwala: Ranjana Chakra'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-111043471985561212</id><published>2005-03-10T13:00:00.000+07:00</published><updated>2005-03-10T13:41:53.260+07:00</updated><title type='text'>Kepada Pena di Kepala</title><content type='html'>Kutulis renjana terik saat gerimis &lt;br /&gt;Barisan huruf jadi kata jadi laksa&lt;br /&gt;Tepian bukit di sisi jalan raya terbuka pun jadilah segenap dunia&lt;br /&gt;Letupan kawah dan geseran lempeng bumi tak lagi bawa duka&lt;br /&gt;Tinggal kemana melangkah kaki kita setelah ini&lt;br /&gt;Semoga bukan pergi ke surga yang tak pernah ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[08.03.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-111043471985561212?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/111043471985561212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/111043471985561212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/03/kepada-pena-di-kepala.html' title='Kepada Pena di Kepala'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-110786787629355412</id><published>2005-02-08T19:52:00.000+07:00</published><updated>2005-03-10T13:45:57.940+07:00</updated><title type='text'>My Dearest Mary Jane</title><content type='html'>dekap hangatmu dan&lt;br /&gt;lumat panas di bibirku&lt;br /&gt;tak sempat lelapkan&lt;br /&gt;tak mampu bikin terbang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[04.02.2005]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-110786787629355412?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110786787629355412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110786787629355412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/02/my-dearest-mary-jane.html' title='My Dearest Mary Jane'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-110671750740981391</id><published>2005-01-26T13:28:00.000+07:00</published><updated>2005-01-26T12:31:47.410+07:00</updated><title type='text'>Senado</title><content type='html'>Sampai pada sebuah titik ketika lelahku memuja&lt;br /&gt;rindu menjelma jadi arca-arca telanjang dada yang berderet di sepanjang sisi anak tangga&lt;br /&gt;menyuara serupa letupan meriam tua yang moncongnya tak lagi mengarah kepada kota&lt;br /&gt;melainkan makam-makam sepi tempat manusia menjaja sekuntum bunga dan berikat cinta&lt;br /&gt;tak pula meminta sepi pada malam, pada masanya matahari dan rembulan bertukar cahaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, kulihat garis pola zebra di jalan-jalan kereta berlapis batu perca&lt;br /&gt;mengingatkan pada gunungku yang renta dan sungaiku yang maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25.01.2005]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-110671750740981391?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110671750740981391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110671750740981391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/01/senado.html' title='Senado'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-110474171873517662</id><published>2005-01-03T15:38:00.000+07:00</published><updated>2005-01-03T15:41:58.736+07:00</updated><title type='text'>Gossip Hari Ini (5)</title><content type='html'>matahari pasrah di genggamku semalam&lt;br /&gt;tapi tak juga kuserahkan pada rembulan&lt;br /&gt;maka ia kembali terbang bersama awan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Pejompongan, 01.01.2005]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-110474171873517662?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110474171873517662'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110474171873517662'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2005/01/gossip-hari-ini-5.html' title='Gossip Hari Ini (5)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-110295935379547367</id><published>2004-12-14T01:30:00.000+07:00</published><updated>2004-12-14T00:35:53.796+07:00</updated><title type='text'>Embong Malang, dini hari.</title><content type='html'>waktu lingkar malam melubang dierosi rintik hujan tanggung sisa tadi pagi. wajah-wajah asing tirus pualam mengibaskan tangan mengais sekedar tiga bongkah es batu yang bermetamorfosa menjadi beberapa bungkus plastik teh hangat, diiringi tatap sinis miris giur. lambai gemulai tangan sepanjang jalan pulang bagai kunang-kunang dalam lampion kertas merah melayang meliuk jatuh ke dingin sungai anyir dan anyep, kisah jaya lama mengusam sekusam poster-poster aneka warna kampungan yang menutupi tinggalan sejarah maha gedung-gedung tua. mengapa tidak pada megah kenanganku jatuh di kotamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[surabaya, 13.12.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-110295935379547367?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110295935379547367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110295935379547367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/12/embong-malang-dini-hari.html' title='Embong Malang, dini hari.'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-110259355686343433</id><published>2004-12-09T18:52:00.000+07:00</published><updated>2004-12-09T18:59:16.863+07:00</updated><title type='text'>Dan Kita Adalah Bayi-bayi Itu...</title><content type='html'>raihan jemari kecilmu menggapai mimpiku semalaman. muara gelisah berhulu kisah pada aliran angan sekeping demi sekeping mengikis perjalanan. maka renta adalah tubuh merah dalam pondongan yang sebentar lagi hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rupanya rindu tak hendak berkawan. betapa sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[09.12.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-110259355686343433?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110259355686343433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110259355686343433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/12/dan-kita-adalah-bayi-bayi-itu.html' title='Dan Kita Adalah Bayi-bayi Itu...'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-110041879838967087</id><published>2004-11-14T14:41:00.000+07:00</published><updated>2004-11-14T14:53:18.390+07:00</updated><title type='text'>Mampus lah!</title><content type='html'>Angin dingin keparat hembus dari timur laut, bekukan semua selsel otak di kepala, menyapu gegas waktu dan rinai hangat. Aku kembali bergumul dengan kepul rokok kretek yang lepas landas vertikal menembus langit ketujuhbelas, dan sekedar nostalgi bersama kawan tetangga ditemani beberapa linting kisah yang tua serta sinar matahari yang enggan menyengat. pesanpesan pendek di layarkata atau peninggalan suara jadi biasa. Oi, ini buah apel yang maha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijau-kuning-oranye-coklat-merah gugur sudah berganti putih dan abuabu. Ah, biarkan saja. Aku akan kembali pulang ke pangkuan ibunda sebentar lagi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[New York, 10.11.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-110041879838967087?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110041879838967087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/110041879838967087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/11/mampus-lah.html' title='Mampus lah!'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-109930241480118415</id><published>2004-11-01T16:44:00.000+07:00</published><updated>2004-11-02T15:02:57.916+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Meshva Mahapramesthi</title><content type='html'>deras arus sungai menyuara merupa hujan semusim tumpah di tempayan dalam semalam mengusik ketenangan geliat raja naga dan barisan lentera-lentera batu di iringan. bulan purnama meronta pucat di genggaman bersama meninggi kepul asap pertempuran dan meranggas ilalang padang, kala sesosok rupawan bergelung cambuk berkalung tombak beranting perisai muncul dari balik selendang waktu yang silam dan berdarah membawa pesan-pesan pendek bertanda senyum dan keterkejutan, bermetamorfosa menjadi sebuah belahan de javu yang keterlaluan, menghasut otak kiri dan kanan meleleh alir lewati gendang telinga mengadu nyawa berebut kenangan. Tinggalkan hening diam entah di mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Gadog, 29.10.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-109930241480118415?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109930241480118415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109930241480118415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/11/nirwala-meshva-mahapramesthi.html' title='Nirwala: Meshva Mahapramesthi'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-109603506259215657</id><published>2004-09-24T20:51:00.000+07:00</published><updated>2004-09-24T21:11:02.593+07:00</updated><title type='text'>Aku Mencium Pesta di Udara</title><content type='html'>bendera putih setengah tiang&lt;br /&gt;mengelabu bercampur tanah liat dan debu&lt;br /&gt;membawa luka dera seharian semalaman&lt;br /&gt;diselingi bergelas anggur dan bir hitam &lt;br /&gt;angin dingin benci memaksanya berkibar&lt;br /&gt;halaman hati pun depenuhi bunga bangkai&lt;br /&gt;melumat semua rumputnya sampai tinggal rangka&lt;br /&gt;yang sejak dulu memang tak pernah jadi perdu&lt;br /&gt;di tengah hingarnya pesta para sepi&lt;br /&gt;di antara bingar lagu doa orang mati&lt;br /&gt;ah, ada pesan dari otak kiri&lt;br /&gt;: yang putih sebentar lagi basi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[in a crowds, 23.09.2004]&lt;br /&gt;PS. makasih buat Kika atas idenya&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-109603506259215657?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109603506259215657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109603506259215657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/09/aku-mencium-pesta-di-udara.html' title='Aku Mencium Pesta di Udara'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-109582551618275331</id><published>2004-09-22T10:47:00.000+07:00</published><updated>2004-09-22T10:58:36.183+07:00</updated><title type='text'>Pro Memoria</title><content type='html'>tiangtiang sudah selesai dipancang&lt;br /&gt;bendera senja telah habis dikibarkan&lt;br /&gt;langgam genderang menyayup di ujung jalan&lt;br /&gt;nektar bunga tersamar bisa sengat lebah pekerja&lt;br /&gt;tinggalkan derak derai patahan dahan&lt;br /&gt;terinjak kenangan dilata nestapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wahai kelabu hati yang ngilu&lt;br /&gt;mengapa kau siram jasad darahku&lt;br /&gt;dengan rintik hujan rindu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22.09.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-109582551618275331?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109582551618275331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109582551618275331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/09/pro-memoria.html' title='Pro Memoria'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-109332859320746874</id><published>2004-08-24T13:14:00.000+07:00</published><updated>2004-08-24T13:23:13.206+07:00</updated><title type='text'>sekedar kupukupu</title><content type='html'>kupukupu jingga bermain di padang hijau muda&lt;br /&gt;bersama bunga sewarna dan rerumput rungkut&lt;br /&gt;bersama perawan berbuntut kuda yang tak seberapa liar&lt;br /&gt;lalu berubah leleh menguning warnanya&lt;br /&gt;hinggap lekat di pelataran rata debu metafisika&lt;br /&gt;mengerokot tumbuh di bebatuan taman sebelah jalan&lt;br /&gt;tak lalu diusik cahaya, tanah, dan airmata&lt;br /&gt;jua tak ada pesanan nyawa yang dibawa&lt;br /&gt;karena jelmanya dari kepompong ulat bulu&lt;br /&gt;bukan dari hak belakang sepatu bersayap hermes&lt;br /&gt;pagi hari kala gerombolan bangau terbang ke utara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24.08.2004]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-109332859320746874?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109332859320746874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109332859320746874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/08/sekedar-kupukupu.html' title='sekedar kupukupu'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-109133971311480937</id><published>2004-08-03T12:44:00.000+07:00</published><updated>2004-08-16T11:17:16.723+07:00</updated><title type='text'>Hujan Bulan Juli (kolaborasi)</title><content type='html'>&lt;strong&gt;(1)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ada sepi menggeletak pada bulir serpih titik hujan&lt;br /&gt;bidadari merangkul puisi&lt;br /&gt;malaikat alpa bermain bola&lt;br /&gt;segelas canda mengerinyut menjadi kabut&lt;br /&gt;sebait senyum menghampa dibidik awan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, ini pasti cuma hujan bulan juli&lt;br /&gt;menggamit mesra tanganku&lt;br /&gt;mengajari ketuk salsa kesepian&lt;br /&gt;mengajakku menyusuri lagi dingin hari di bawah istana hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ucu Agustin.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[12.07.2004]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(2)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;ada sepi menggelegak di atas lapak kopi pinggiran kota&lt;br /&gt;bayang-bayang ara menjadi rambu&lt;br /&gt;peluit kereta-kereta bambu menuju lirihku&lt;br /&gt;dan setiup angin di karpet aspal hitam basah&lt;br /&gt;mengurai jejak-jejak awan menjadi hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ya, ini memang hujan bulan juli&lt;br /&gt;mengetuk dedaun pisang di atas kepala&lt;br /&gt;menyembunyikan titik-titik kecup antara mata&lt;br /&gt;dan selingkar rindu di atas roda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Randu Rini.&lt;br /&gt;[28.07.2004]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(3) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Memang ini hujan bulan Juli&lt;br /&gt;Tersenyum murung di antara kota-kota tua&lt;br /&gt;Membawa petir sampai ke ujung&lt;br /&gt;mematah rindu di tengah malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada yang berderak serupa penyihir yang lelah,&lt;br /&gt;menggusur mantra menelantarkan kejaiban&lt;br /&gt;memucatkan rona di antara siraman hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ia telah sampai di ujung&lt;br /&gt;suatu akhir pada titik di bulan juli&lt;br /&gt;menghapus secarik musim aneh yang ganjil&lt;br /&gt;namun tetap,&lt;br /&gt;menggenapiku dalam sepi yang dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ucu Agustin.&lt;br /&gt;[28.07.2004]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(4)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Detak rintik hujan bulan Juli&lt;br /&gt;Merentak di atap-atap sepi&lt;br /&gt;Tak jadi ia akhirkan sendiri&lt;br /&gt;Tak hendak ia jadi banjir basi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalir airnya ke perigi hati&lt;br /&gt;Gumpal jiwa yang kini resah tak juga tumpah&lt;br /&gt;Ketika matahari menolak bersinar&lt;br /&gt;Sementara mendung tak mau pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Detak rintik hujan bulan Juli&lt;br /&gt;Merentak di atap-atap sepi&lt;br /&gt;Mengiringi petir berjalan mencari&lt;br /&gt;Hadirkan jawab rindu di tengah hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Agung Yudha.&lt;br /&gt;[29.07.2004]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(5)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepantul basah di aspal yang dilangkahi kaki dingin&lt;br /&gt;menggenangkan sebuah rasa yang selama ini sembunyi&lt;br /&gt;dibalik segala hiruk gesa metropolis yang tersesat&lt;br /&gt;dan tersendat seperti gapai gapai yang telah dihimpit tekan&lt;br /&gt;atas nama entah apa yang menjadi pagar terali menghadang raih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi hujah telah membasuh kering tembok tegak tebal&lt;br /&gt;dan mendungnya melunakkan warna sengat pendar langit&lt;br /&gt;membangunkan hangat dalam diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan menetes rintik satu persatu melarutkan bau matahari di wajah&lt;br /&gt;melintasi mata yang tiba tiba berkaca kaca disentuh sapa&lt;br /&gt;saat aku memandang tatapmu seiring suara sekitar meluruh&lt;br /&gt;segagap kalimatku, segagap langkah hidupku&lt;br /&gt;waktu berhenti menyisakan hanya percik percik di bebasah jalan&lt;br /&gt;menghitungi satu persatu, menepuk satu persatu&lt;br /&gt;menanya satu persatu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukankah kau sudah lelah menyembunyikan rindu di terik matahari?&lt;br /&gt;aku ingin mendekapmu di teduhan saat hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Idaman Andarmosoko.&lt;br /&gt;[30.07.2004]&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(6)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;: sang narator&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan bulan juli sampai sudah di perbatasan&lt;br /&gt;sang narator pun akhiri semua catatan&lt;br /&gt;dengan desah, dalam tulisan kabur dibaca hujan&lt;br /&gt;yang mengaduk lumpur dan genangan di halaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditutupnya buku, telah dibingkainya hujan menggebu&lt;br /&gt;dengan ngilu. lalu pada sebuah pantai, yang landai, merindu&lt;br /&gt;dengan deru biru dada lalu dia memburu:&lt;br /&gt;mungkin kenangan. mungkin harapan. mungkin hujan baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak begitu paham. dia naiki sepeda kumbang&lt;br /&gt;meloncat-loncat hindari lubang-lubang jalan&lt;br /&gt;yang ditunjukkan genangan sisa hujan:&lt;br /&gt;air terperangkap yang tak mampu mengkristal&lt;br /&gt;catatan hari berlumpur dan kabur, di halaman kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yaqin Saja.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[02.08.2004]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(7)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terciciplah lembab pagi dalam engah&lt;br /&gt;dalam buru nafasku menghujan hembus&lt;br /&gt;payah menepis kobaran tak tertahan&lt;br /&gt;jeruji cair bergenggam geram&lt;br /&gt;membuyar terbangan kumbang menyengat&lt;br /&gt;tak kunjung ludas&lt;br /&gt;perih yang hendak kulepas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berlari menyusur jalan, tiang-tiang&lt;br /&gt;persimpangan, untaian pagar-demi pagar&lt;br /&gt;berlari menyusur benang diriku mengejar ujung&lt;br /&gt;menguntit percik terjauh yang ditempuh kembang api di langitku&lt;br /&gt;letup dalam mampat dadaku&lt;br /&gt;dalam sesak ledak padat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku berlari bukan mengejar namun melepaskan&lt;br /&gt;tiap degup itu ketika telapaknya menyelinap berulang&lt;br /&gt;di sebuah pagi&lt;br /&gt;sehabis tuntas melautnya malam&lt;br /&gt;setuntas deru kecipak layar itu beranjak pulang&lt;br /&gt;dari seonggok dermaga&lt;br /&gt;pada cakrawala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cecil Mariani.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[Agustus 2004]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(8)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih kubersandar pada keraguan&lt;br /&gt;semantara hujan bulan juli&lt;br /&gt;meluruhkan berpuluh khayalanku&lt;br /&gt;dan kau enggan menjaringnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sunyi kian melumut di bibir senja&lt;br /&gt;-bukankah tapak kaki kita mengarah ke sana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Mega Vristian.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[03.08.2004]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(9)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau telah turun sebagai hujan&lt;br /&gt;dengan seribu catatan di halaman&lt;br /&gt;mencipta teratai-teratai di sebuah kolam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi hujan bulan juli&lt;br /&gt;sering memang tak sebijak hujan bulan juni&lt;br /&gt;tak disampaikannya gemerlap ikan-ikan&lt;br /&gt;kepadamu, di bawah akar teratai-teratai itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hingga sunyi menatah diri&lt;br /&gt;dan ragu seperti mendung yang menyesal&lt;br /&gt;telah turun sebagai hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi hujan bulan juli&lt;br /&gt;memang sering tak sebijak hujan bulan juni&lt;br /&gt;hingga kau ragu sendiri&lt;br /&gt;pada langkah ke mana mengarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seolah tak ingin memasti&lt;br /&gt;kecuali sebagai catatan kabur&lt;br /&gt;yang makin mengabur&lt;br /&gt;pada hujan bulan juli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Yaqin Saja.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[03.08.2004]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(10)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langit turun di taman&lt;br /&gt;mengantarkan kilat-kilat liar&lt;br /&gt;bunga-bunga mengejang garang&lt;br /&gt;di taman semerbak rumput panggang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hujan bulan juli&lt;br /&gt;meminta tumbal seikat puisi&lt;br /&gt;dari serbuk yang di tebar di tepi sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langit turun di bulan juli&lt;br /&gt;menuntut bunyi pada bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Arwan Maulana.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[04.08.2004]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(11)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan yang turun di bulan Juli&lt;br /&gt;mengantar saksi menghadap majelis yang mulia&lt;br /&gt;pengadilan sang pengembara bermula&lt;br /&gt;ketika tercerabut pasak-pasak kayu&lt;br /&gt;pada poros roda setiap kendara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan bulan Juli memang tak lagi turun&lt;br /&gt;tapi sisa sisa jasad sang pengembara&lt;br /&gt;yang dihukum mati oleh majelis yang mulia&lt;br /&gt;membusuk di peti serpih kayu harum&lt;br /&gt;menjadi tempat bersenandung bagi dedaun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;agung yudha.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[06.08.2004]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(12)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sepagi ini aku hilang alasan mencari pintu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;secangkir teh,&lt;br /&gt;seruas kayu manis&lt;br /&gt;dan leleh rambutmu semalam oleh hujan bulan juli&lt;br /&gt;adalah bius dosis tinggi&lt;br /&gt;yang mengunci kakiku&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;em&gt;indah ip.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;[juli 2004]&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(13)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lelapku telah lenakan semua syaraf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cumbuan lebat,&lt;br /&gt;kopi panas dan sepiring pisang hangat&lt;br /&gt;buatku enggan tanggalkan diri dari pelukMu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah, aku hanya bermimpi pada hujan bulan juli ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sam Bahri.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;(14)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-a-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba aku kasmaran&lt;br /&gt;pada camar yang melayang pelan&lt;br /&gt;:membisikkan cinta yang aku hampir tak mengenalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-b-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepakan hujan&lt;br /&gt;di kubah MU&lt;br /&gt;:Tuhan kenapa kita hanya sua sekejap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Cent Cent.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-109133971311480937?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109133971311480937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109133971311480937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/08/hujan-bulan-juli-kolaborasi.html' title='Hujan Bulan Juli (kolaborasi)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-109134004437380594</id><published>2004-08-01T12:58:00.000+07:00</published><updated>2004-08-01T13:00:44.373+07:00</updated><title type='text'>Dalam Setiap Jejak</title><content type='html'>Purnama kuning tertimpa hujan yang turun dari sudut dalam kelopak tak seberapa jauh dari titik pandang. Jiwa durjana melelah tebaran nelangsa di hati hati tak bernoda. Mungkin ini karma atau hanya sekedar pertanda. Ataukah rasa yang tak ingin tunduk rebah dengkur pada waktu, meski pedang dan perisai telah lepas dari genggaman tinggalkan tubuh tak berdaya berlumur darah yang tak merah. Bagai teater mimpi yang enggan menutup layar usangnya yang penuh lubang meski pertunjukan telah sampai pada tiupan terompet kerang di garis belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[01.08.2004]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-109134004437380594?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109134004437380594'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109134004437380594'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/08/dalam-setiap-jejak.html' title='Dalam Setiap Jejak'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-109133984505067384</id><published>2004-08-01T12:55:00.000+07:00</published><updated>2004-08-01T12:57:25.050+07:00</updated><title type='text'>Sampaikan Salamku</title><content type='html'>Sampaikan salamku pada bukit cemara&lt;br /&gt;tempat kisah menua&lt;br /&gt;larik kata tak bermakna yang jadi cerita&lt;br /&gt;lain masa tak bertaut&lt;br /&gt;harap bersayap terbang berputar tak tentu arah&lt;br /&gt;sampaikan salamku pada bukit cemara&lt;br /&gt;tempat kisah menua&lt;br /&gt;semoga tak mati siasia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[31.07.2004]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-109133984505067384?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109133984505067384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109133984505067384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/08/sampaikan-salamku.html' title='Sampaikan Salamku'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-109057567955859649</id><published>2004-07-23T16:39:00.000+07:00</published><updated>2004-08-01T12:44:06.570+07:00</updated><title type='text'>Perjamuan Terakhir</title><content type='html'>segumpal roti telah habis dibagi&lt;br /&gt;airmata yang menetes dari ujung kerling&lt;br /&gt;jadi bekal penghilang kesah dahaga&lt;br /&gt;di perjalanan yang dijelang dengan tawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22.07.2004]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-109057567955859649?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109057567955859649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/109057567955859649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/07/perjamuan-terakhir.html' title='Perjamuan Terakhir'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-108937776023769612</id><published>2004-07-09T19:54:00.000+07:00</published><updated>2004-07-09T20:06:20.393+07:00</updated><title type='text'>Gurat Luka</title><content type='html'>sengkarut itu datang bukan tibatiba&lt;br /&gt;tinggal sedepa di punggung pertanda&lt;br /&gt;terpaksa dipanggih pagi nirkala&lt;br /&gt;dengan usapan noda nanah dari jantung mati&lt;br /&gt;nan tak hendak dipagu bebat secarik mori&lt;br /&gt;dunia terlanjur disesakkan bayang tua&lt;br /&gt;yang petang ini capai juga perlaya&lt;br /&gt;campak yang terengah dibawah mendung kota&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[09.07.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-108937776023769612?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108937776023769612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108937776023769612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/07/gurat-luka.html' title='Gurat Luka'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-108857167042688493</id><published>2004-06-30T11:58:00.000+07:00</published><updated>2004-06-30T12:01:10.426+07:00</updated><title type='text'>Gossip Hari Ini (4)</title><content type='html'>bangunku pagi ini&lt;br /&gt;dengan kaki berlumur darah&lt;br /&gt;dan muka besembab merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[30.06.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-108857167042688493?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108857167042688493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108857167042688493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/06/gossip-hari-ini-4.html' title='Gossip Hari Ini (4)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-108857103707148807</id><published>2004-06-30T11:48:00.000+07:00</published><updated>2004-06-30T11:50:37.070+07:00</updated><title type='text'>Gossip Hari Ini (3)</title><content type='html'>kau datang padanya, katanya&lt;br /&gt;pekur di sudut ruang tanpa katakata&lt;br /&gt;cuma senyum yang tersisa&lt;br /&gt;membuka jalan pada segala tanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[27.06.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-108857103707148807?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108857103707148807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108857103707148807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/06/gossip-hari-ini-3.html' title='Gossip Hari Ini (3)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-108857090480567799</id><published>2004-05-30T11:45:00.000+07:00</published><updated>2004-06-30T12:04:17.966+07:00</updated><title type='text'>Gossip Hari Ini (2)</title><content type='html'>daun jendela yang menganga&lt;br /&gt;tawarkan dekap bunda nan maya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[30.05.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-108857090480567799?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108857090480567799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108857090480567799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/05/gossip-hari-ini-2.html' title='Gossip Hari Ini (2)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-108175840191144258</id><published>2004-04-12T15:26:00.000+07:00</published><updated>2004-04-12T19:44:30.903+07:00</updated><title type='text'>Re: Tentang Peramal (Dan Dia membuka Kartunya...)</title><content type='html'>:&lt;em&gt;ucu&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kartu-kartu itu sangkut di dahan kering dan batu-batu&lt;br /&gt;tak hendak mengalir diantar gemericik sungai kecil kita&lt;br /&gt;ia adalah gelap fatamorgana di tengah tebaran terang savana&lt;br /&gt;traktat surga yang menebar pesona maya di atas dunia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pirit pucuk tak akan mengubah nasib bahkan sang dewa&lt;br /&gt;kartu telah berbicara, dan ke sanalah kita dibawa pergi&lt;br /&gt;menghampar atas meja bundar nirsegi dan karpet hijau di gelaran&lt;br /&gt;serupa pengadilan jiwa tanpa panitera, majelis, dan pengacara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita telah terlanjur lempar kartu-kartu itu ke udara&lt;br /&gt;mengajak senda mereka yang jatuh terbuka dengan tawa&lt;br /&gt;mengubur tanpa doa mereka yang menelungkup mati rasa&lt;br /&gt;dari sini, semoga tak ada lagi airmata tumpah cumacuma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[06.04.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-108175840191144258?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108175840191144258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108175840191144258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/04/re-tentang-peramal-dan-dia-membuka.html' title='Re: Tentang Peramal (Dan Dia membuka Kartunya...)'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-108053932130238002</id><published>2004-03-29T12:48:00.000+07:00</published><updated>2004-03-29T12:52:09.640+07:00</updated><title type='text'>Pada Suatu Sore</title><content type='html'>Salju mengalir cair di sela-sela jemari kaki. Wajah tirus melangut demam lagi pada waktu dengan uap air yang tak henti sengal dari antara bibir rekah mengering. Ini perhentian yang kesekian kali hari ini dan lagi-lagi jejak kepak sayap burung migrasi hilang dicuri mendung. Di bangku besi pelataran sepanjang sisi sungai beku, ada yang mencoba setia menunggu sang entah, ditemani cabang-cabang pohon ranggas yang putih pasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Den Haag, 28.02.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-108053932130238002?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108053932130238002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/108053932130238002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/03/pada-suatu-sore.html' title='Pada Suatu Sore'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-107788215031549797</id><published>2004-02-27T18:42:00.000+07:00</published><updated>2004-03-25T19:17:12.686+07:00</updated><title type='text'>Hantu Bernama Sepi</title><content type='html'>angin dingin laknat antarkan kristal beku&lt;br /&gt;jabat telapak tangan&lt;br /&gt;dan colek ujung tulang dagu&lt;br /&gt;ciptakan stalaktit garam salju di situ&lt;br /&gt;lagi aku diganggu rindu tentang lagumu mendayu&lt;br /&gt;iringi langkah kecilku susuri lelorong&lt;br /&gt;berpagar jendela berlampu merah muda&lt;br /&gt;tak ada teman berbagi bir dingin dan kopi&lt;br /&gt;kecuali merpati dan burung bangau&lt;br /&gt;pohon bersarung pupus beludru&lt;br /&gt;dan gedung pendiam bernama batu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Scheveningen, 21.02.2004]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-107788215031549797?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107788215031549797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107788215031549797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/02/hantu-bernama-sepi.html' title='Hantu Bernama Sepi'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-107595805798144831</id><published>2004-02-05T12:14:00.000+07:00</published><updated>2004-02-07T18:50:54.093+07:00</updated><title type='text'>Kalacakra</title><content type='html'>dewa bayu titip salam rindu.&lt;br /&gt;sore itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[05.02.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-107595805798144831?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107595805798144831'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107595805798144831'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/02/kalacakra.html' title='Kalacakra'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-107588360224820148</id><published>2004-02-04T15:33:00.000+07:00</published><updated>2004-02-04T15:43:19.263+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Kaliyuga Murkha</title><content type='html'>kabut uap bersedekap pucat di sudut dharmacakra. sekedar menatap. tak perlu airmata jajari perginya penguasa langit. hitam dan putih lebur sudah jadi debu abu-abu tumpah ke samudra lewati bibir cawan tembaga jadi niskala. karma itu sekedar paradoks, luput dari cerna sang yogiswara. pataka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiada gelegar meriam atau dentam gumam japamantra melainkan ayun gada raksasa dwarapala mengejap melarik membuka gerbang sakala, biarkan barisan sukma bertolak dari genggam para raja. sedepa dua depa sejenak lagi perlaya. jangan harap jadi moksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[04.02.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-107588360224820148?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107588360224820148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107588360224820148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/02/nirwala-kaliyuga-murkha.html' title='Nirwala: Kaliyuga Murkha'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-107363110936361784</id><published>2004-01-09T13:51:00.000+07:00</published><updated>2004-01-30T22:53:17.496+07:00</updated><title type='text'>Gossip Hari Ini</title><content type='html'>Merah memercik di hamparan luas salju putih yang baru saja turun menutupi taman bunga biru. &lt;br /&gt;Angin membawa kabar: matahari diperawani rembulan tadi malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[09.01.2004]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-107363110936361784?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107363110936361784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107363110936361784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/01/gossip-hari-ini.html' title='Gossip Hari Ini'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-107331828136751113</id><published>2004-01-05T22:58:00.000+07:00</published><updated>2004-01-07T16:50:46.186+07:00</updated><title type='text'>Pada Resahmu</title><content type='html'>:tsp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segurat senyum tak siratkan gundahmu, sayang&lt;br /&gt;terlanjur tersurat nyata dalam raut rupa&lt;br /&gt;di perbincangan kita yang berantara hamparan layar-layar&lt;br /&gt;diselangi jelajahan isi gaman menggelinjang&lt;br /&gt;dan cerita dengkur isak teman seperjuangan&lt;br /&gt;di tebaran bebatuan yang tak juga mengistana&lt;br /&gt;aku terlalu lelah untuk sekedar menemanimu bermain&lt;br /&gt;menggali di hamparan pasir harap yang tak hendak sentak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[yogya, 28.12.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-107331828136751113?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107331828136751113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107331828136751113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2004/01/pada-resahmu.html' title='Pada Resahmu'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-107267354601438948</id><published>2003-12-29T11:52:00.000+07:00</published><updated>2004-01-09T13:54:05.936+07:00</updated><title type='text'>Mimpi Aus Tapak*</title><content type='html'>Kekasih,&lt;br /&gt;antarkan aku ke jalan ungu mimpi kupu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meniti jembatan maya melintang air semu sungai rindu&lt;br /&gt;siluet meremang rinding diterpa cahaya lampion kaca&lt;br /&gt;di setiap tiang sangganya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyaksi bulan bujang merajang kota dalam himpit malam&lt;br /&gt;sampai retak rasa menyerpih di buaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tenggelam dalam lamun jingkat waktu&lt;br /&gt;menyapih jerih melepa nelangsa&lt;br /&gt;lewati titik-titik embun keruh yang rontok bersama gemuruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Cipanas-Jakarta pp, 15.12.2003]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*kolaborasi dg &lt;a href="http://randurini.tk"&gt;Randu&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-107267354601438948?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107267354601438948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107267354601438948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/12/mimpi-aus-tapak.html' title='Mimpi Aus Tapak*'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-107086921113932658</id><published>2003-12-08T14:40:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:03:04.936+07:00</updated><title type='text'>Perempuan Pagi </title><content type='html'>sinar pelangi itu&lt;br /&gt;lewati prisma kaca kristal lalu memutih&lt;br /&gt;sebelum jadikan matamu kawah&lt;br /&gt;menganga bawa cerita duka&lt;br /&gt;airmata tak terseka selendang &lt;br /&gt;apalagi kumal embun dini hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[08.12.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-107086921113932658?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107086921113932658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107086921113932658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/12/perempuan-pagi.html' title='Perempuan Pagi '/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-107025232521352274</id><published>2003-12-08T11:18:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:03:34.140+07:00</updated><title type='text'>Faeces Interlude part 2</title><content type='html'>aku melangut rempah kopi, denting gitar, dan kepul asap yang menguap bersama aroma kulit kepala yang bertebaran. aku mengejan canda puisi racikan campur sari dan tawa usang dilekang zaman. aku siram pagi dengan guguran duri kaktus yang dihempas hujan semalaman. aku bilas titik-titik pamrih dan guratan nafas diantara lamin percumbuan. aku ingin bangkit dari letih titian kuburku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[01.12.2003]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS. anggap saja ini sajak Lebaran!&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-107025232521352274?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107025232521352274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/107025232521352274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/12/faeces-interlude-part-2.html' title='Faeces Interlude part 2'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-106903952339150658</id><published>2003-11-17T10:25:00.000+07:00</published><updated>2003-11-27T15:49:57.030+07:00</updated><title type='text'>Megamendung</title><content type='html'>Aku&lt;br /&gt;rindu&lt;br /&gt;hangatnya sinar&lt;br /&gt;matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14.11.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-106903952339150658?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106903952339150658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106903952339150658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/11/megamendung.html' title='Megamendung'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-106742470281972883</id><published>2003-10-29T17:51:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T13:59:31.640+07:00</updated><title type='text'>Pada Bara Yang Terlerai</title><content type='html'>Hisap dan hembus sublim semerta jadi liuk liat lorong panjang labirin ketidakpastian. Getir dan manis hangat seperti ekstase lekat sebagai lukisan-lukisan abstrak menggantung canggung di sepanjang dindingnya yang penuh cermin dan warna. Hujan curah deras, hela itu nafas dan asap menguap dari ujung sudut yang meranggas hebat. Aku diingatkan pada kisah lalu yang menakjubkan. Tentang tetes air jatuh dari langitlangit putih kusam menuju peraduan mahkota hitam membawa sejumput sukma menjelma kupu rama bertekstur jingga yang beterbangan di hadapan layar kaca berjelaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29.10.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-106742470281972883?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106742470281972883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106742470281972883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/10/pada-bara-yang-terlerai.html' title='Pada Bara Yang Terlerai'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-106722930726917178</id><published>2003-10-27T11:35:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:00:01.530+07:00</updated><title type='text'>Parangkusumo</title><content type='html'>engkau menghampiri mimpiku &lt;br /&gt;dengan surjan biru terang gerlap&lt;br /&gt;jarik batik pedang dan bunga&lt;br /&gt;juga dongak dihadap cermin tua&lt;br /&gt;kasur kapuk ranjang jati yang kau goyang&lt;br /&gt;dan tidur lelap yang kau gugah&lt;br /&gt;dengan cahaya mata dan wajahmu&lt;br /&gt;tidak punya makna kecuali tua&lt;br /&gt;seperti bincang dan tukar tawa kita&lt;br /&gt;kau dan aku malam itu berubah rupa&lt;br /&gt;jadi hantu dan dupa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[25.10.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-106722930726917178?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106722930726917178'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106722930726917178'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/10/parangkusumo.html' title='Parangkusumo'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-106558524864439040</id><published>2003-10-08T10:54:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:00:33.810+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Maha Nirswara</title><content type='html'>(: &lt;em&gt;diam&lt;/em&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rajahan di sekujur punggung&lt;br /&gt;dan ukiran serat pisau kayu&lt;br /&gt;tebarkan banyak cerita tak tersampaikan&lt;br /&gt;melesat dari satu pilar ke pilar lain&lt;br /&gt;menuju gelap bukit belantara&lt;br /&gt;memondong misteri dalam pelukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[07.10.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-106558524864439040?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106558524864439040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106558524864439040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/10/nirwala-maha-nirswara.html' title='Nirwala: Maha Nirswara'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-106429358014603912</id><published>2003-09-23T12:06:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:00:55.716+07:00</updated><title type='text'>Yashodhara</title><content type='html'>ia ditinggalkan sebuah perjalanan&lt;br /&gt;berasa mangsa pada kemarahan&lt;br /&gt;untuk kesunyian dan kedukaan panjang&lt;br /&gt;tanpa salam dan patah kata pada malam&lt;br /&gt;sebab selepas itu tiada pilihan&lt;br /&gt;selain tuaikan pelepasan kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22.09.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-106429358014603912?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106429358014603912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106429358014603912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/09/yashodhara.html' title='Yashodhara'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-106368425688531957</id><published>2003-09-16T10:50:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:01:25.560+07:00</updated><title type='text'>Faeces Interlude*</title><content type='html'>Aku bermimpi pagi&lt;br /&gt;tentang petani memindah batu&lt;br /&gt;mengobati diri sendiri&lt;br /&gt;Aku bermimpi sepi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16.09.2003]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;*&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;ide judul dari &lt;a href="http://cecilmariani.blogspot.com"&gt;cecil mariani&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-106368425688531957?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106368425688531957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106368425688531957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/09/faeces-interlude.html' title='Faeces Interlude*'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-106368414838753698</id><published>2003-09-16T10:49:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:01:50.640+07:00</updated><title type='text'>Sajak Ulang Tahun</title><content type='html'>:&lt;em&gt;ninuzs&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinnamon ini remah sudah&lt;br /&gt;cerna bersama manis yang terlalu&lt;br /&gt;awang bersama rokok yang asap&lt;br /&gt;dan lembar kain ornamen yang luruh jatuh&lt;br /&gt;gerlap lampu siang tadi tak dirasa satu&lt;br /&gt;sembab bersama waktu tahun yang terlaku&lt;br /&gt;aku sedang mengandaikanmu&lt;br /&gt;di sudut itu bersama kopi beku&lt;br /&gt;menjelma pada ikal dan sungging&lt;br /&gt;senyum cantik yang candu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(dibikin di citos, 7 sept 2003)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-106368414838753698?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106368414838753698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106368414838753698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/09/sajak-ulang-tahun.html' title='Sajak Ulang Tahun'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-106213683266637223</id><published>2003-08-29T13:00:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:02:20.936+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Vadhitya Shivapala</title><content type='html'>Ia datang dan pergi sesuka hati, sayangku. Bersama pagutan kisah lampau yang narasinya terpatah-patah. Otak ini miring ke kanan mencoba memilin kepang reranting yang urai tebar lagi. Satu-per-satu memayang lamur. Toreh di tangan dan telinga teteskan merah alir gericik, dan kabut kembali membayangi setiap langkah di lorong sempit gelapku. Genggam-demi-genggam yang mengganggu tetirahan. Hitam-demi-hitam yang melekat di sepanjang tepian. Jengah dan jerih yang menjelaga temani malam-malam menyaru diantara rimbunan angin dan desau dongeng ceritamu. Jalan panjang yang kini lalu hanyalah sekelumit persekian detik dari putaran waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29.08.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-106213683266637223?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106213683266637223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106213683266637223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/08/nirwala-vadhitya-shivapala.html' title='Nirwala: Vadhitya Shivapala'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-106126907728055201</id><published>2003-08-19T11:57:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:02:48.826+07:00</updated><title type='text'>Jam 4 pagi</title><content type='html'>Malam tengah menghitung nafas yang tersisa, &lt;br /&gt;aku jatuh pada rotasi waktu. &lt;br /&gt;Hadirnya yang mengajakku menilik maya kala sebelum masa. &lt;br /&gt;memilin jalinan kisah-kisah yang masih bertebaran tak genah. &lt;br /&gt;Aku terbang di ambang peraduan, &lt;br /&gt;berputar tembusi bayang gambar yang tak lagi berbingkai. &lt;br /&gt;Bagai gurinda menggerus peradaban langit dan bumi, &lt;br /&gt;makin lama makin lebar dan dalam. &lt;br /&gt;Tak satu pun sempat cerna cahar dalam pola abstrak di pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16.08.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-106126907728055201?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106126907728055201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106126907728055201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/08/jam-4-pagi.html' title='Jam 4 pagi'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-106007438445288883</id><published>2003-08-05T16:06:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:04:10.280+07:00</updated><title type='text'>Di batas waktu</title><content type='html'>kala malam meregang petang&lt;br /&gt;kureguk telaga&lt;br /&gt;kuerami karang&lt;br /&gt;kusetubuhi jiwamu&lt;br /&gt;dengan parauku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[06.12.2001]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-106007438445288883?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106007438445288883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/106007438445288883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/08/di-batas-waktu.html' title='Di batas waktu'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-105997011305510621</id><published>2003-08-05T11:08:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:04:59.123+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Bhadgavad Dhorma</title><content type='html'>Benderang pedang pendek berukir bunga matahari itu kini telah pekat berlumuran darah. Saat tetak-demi-tetak berayunan dari pagi hingga petang. Sampaikan lampau pada pesan di kaki burung-burung nasar yang beterbangan riuh pada dini hari menjelang. Serpihan pasir itu butir-butir kata yang tak terucapkan. Rumpun ilalang itu kalimat-kalimat yang tak terselesaikan. Sabana itu syair yang tak tertafsirkan. Maka serat jiwa pun tertulis dengan tinta kama dari pena tulang rusuk kiri yang patah. Persetan dengan satyakala yang merah marah. Jemu sesal dan dendam ranggas sudah rancap ke akar, menebar kebencian sampai ke lapisan kerak bumi ketujuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[04.08.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-105997011305510621?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/105997011305510621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/105997011305510621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/08/nirwala-bhadgavad-dhorma.html' title='Nirwala: Bhadgavad Dhorma'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-105982412311964394</id><published>2003-08-02T18:35:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:05:38.030+07:00</updated><title type='text'>Ke Arah Terang</title><content type='html'>lorong itu sunyi meski ramai&lt;br /&gt;lorong itu sesak walau sepi&lt;br /&gt;lorong itu terbitkan tanya&lt;br /&gt;yang tak tertulis jawabnya&lt;br /&gt;di titik antara alis dua mata&lt;br /&gt;di terbit nyala kutub gulita&lt;br /&gt;saat dari balik pagar&lt;br /&gt;gamitan sukma sahaja&lt;br /&gt;mendesakku ke depan&lt;br /&gt;bersegera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[01.08.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-105982412311964394?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/105982412311964394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/105982412311964394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/08/ke-arah-terang.html' title='Ke Arah Terang'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-105884869489258906</id><published>2003-07-22T11:38:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:06:32.496+07:00</updated><title type='text'>Nirwala: Karma Shavitri</title><content type='html'>Di kerlingan masa sepengantaran lelap di lingkar letih dan angap. Dari usapan jemari lentik di permukaan punggung batu mengalir penggal-penggal kisah waktu bersama deras belah sungai berteman raga berkendara di atasnya menjemput surat langit nun hendak. Cerita jelma sabut kabut gelap: meriung matahari, mengasuh cahaya, meniti prasasti. Seketika muka punggung batu menjadi kalbu yang kelu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[19.07.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-105884869489258906?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/105884869489258906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/105884869489258906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/07/nirwala-karma-shavitri.html' title='Nirwala: Karma Shavitri'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-105832995458643654</id><published>2003-07-16T11:32:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:06:55.936+07:00</updated><title type='text'>Visionasi</title><content type='html'>malam-malam.&lt;br /&gt;denging lagi mengganggu telinga&lt;br /&gt;recap dahaga naga kama&lt;br /&gt;geringging lengan kiri satria ayodhya&lt;br /&gt;dentang lonceng gereja venice&lt;br /&gt;dalam akustik pendopo jawa&lt;br /&gt;mestinya pesan yang ingin tersampaikan&lt;br /&gt;pada aku yang terlalu bodoh untuk mengeja&lt;br /&gt;ha-na-ca-ra-ka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14.07.03]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-105832995458643654?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/105832995458643654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/105832995458643654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/07/visionasi.html' title='Visionasi'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-105705418340071848</id><published>2003-07-01T17:09:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:07:30.403+07:00</updated><title type='text'>Bening Bulat Kecil</title><content type='html'>gigil pagi datang dini hari&lt;br /&gt;bersama genggam mungil di jari&lt;br /&gt;gelayutkan mimpi tak jadi&lt;br /&gt;tentang ikal yang dekap&lt;br /&gt;dan hangat yang hembus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[01.07.03]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-105705418340071848?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/105705418340071848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/105705418340071848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/07/bening-bulat-kecil.html' title='Bening Bulat Kecil'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-95720623</id><published>2003-06-16T23:14:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:07:58.030+07:00</updated><title type='text'>Aku dan Arwan Maulana</title><content type='html'>Bagai berudu dan mina bergelimpang sawah ladang&lt;br /&gt;Liatan tanah merah di tangan dan dada, Aku dan Arwan Maulana&lt;br /&gt;Sebotol minuman keras, kadang bergelasgelas kopi hitam panas&lt;br /&gt;Siapa Aku? Siapa Arwan Maulana?&lt;br /&gt;Kami adalah dua lelana, geming gamang di sudut-sudut kembara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jelajahi gua-gua Sembadra wiwaha&lt;br /&gt;Mencari belas masa meski sekedar remahan ramah&lt;br /&gt;Kami sebarkan rona kisah temaram semesta&lt;br /&gt;Sepanjang jalan setapak tanjakan turunan gunung lembah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sumir kabut, tabir mangsa ketiga&lt;br /&gt;Segamit rasa yang datang mencerah kadang jiwa&lt;br /&gt;Menyambut datangnya angin musim renjana&lt;br /&gt;Laksana badai gurun di samudra-samudra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami hempaskan debu nestapa, kian hari kian gumpal&lt;br /&gt;Menjadi peluru yang mengaumkan desing di telaga-telaga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan Arwan Maulana&lt;br /&gt;Mengibar-ngibarkan bendera tengkorak kepala di lapang rata&lt;br /&gt;Mematok paku kayu di titik-titik kendara kereta-kereta&lt;br /&gt;Lalu mencabut dan membuangnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16.06.03]&lt;br /&gt;(jawaban untuk sajak "&lt;i&gt;Aku dan Agung Yudha&lt;/i&gt;" karya &lt;a href="http://arwan.blogspot.com"&gt;Arwan&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-95720623?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/95720623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/95720623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/06/aku-dan-arwan-maulana.html' title='Aku dan Arwan Maulana'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-95720489</id><published>2003-06-16T23:11:00.000+07:00</published><updated>2003-12-09T14:08:22.610+07:00</updated><title type='text'>Negasi Ruang Waktu</title><content type='html'>: &lt;i&gt;dera&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Di setiap tapak padang stepa yang dilalu sang pertapa, tercipta sketsa-sketsa dan oase-oase fatamorgana. Penat telah lewat, dan waktu masih melingkar geliat tak beranjak. Rebah malas langit hangat meranggi hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.&lt;br /&gt;Ada sayatan harap pada kedewasaan tanggung yang larikan masa kanak-kanak ceria. Pada tatap yang sayu, pada serapah yang batu, pada janji yang ragu, lampahlah nyala terang buram kisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III.&lt;br /&gt;Dentang tempur angin debu yang beradu padu membentuk pola-pola yang tak semata pat-kwa. Nalar di gantangan asap darah yang tetes dari ujung tipis pedang yang berderak dengan nyalang yang senja di retina-retina tetua buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.&lt;br /&gt;Kapan dan apa jadi tanya yang selalu ada. Bermusim gugur bunga dan migrasi burung-burung raja tak habis bawa nanti akan sepata. Sayap-sayap mengepak lambat tak niat hempas tanah lumpur liat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;V.&lt;br /&gt;Aku masih di sini mencoba mengerti centhini, mencerna bhadgavadgita, merapal karmapala. Ditemani jejari yang sibuk dengan kotak, bundar, dan segitiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11.06.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-95720489?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/95720489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/95720489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/06/negasi-ruang-waktu.html' title='Negasi Ruang Waktu'/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-94891173</id><published>2003-05-26T17:07:00.000+07:00</published><updated>2003-08-29T13:32:36.186+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Elegi duka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ramah yang merangkul malam&lt;br /&gt;tak sanggup menyapih perih&lt;br /&gt;dari luka-luka&lt;br /&gt;dan detak waktu yang berpacu dengan ragu&lt;br /&gt;mengian limbung derak roda-roda&lt;br /&gt;yang membawa kelam pada cahaya&lt;br /&gt;pada semburat di ujung barat&lt;br /&gt;tempat mula mengucur darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[26.05.03]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-94891173?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/94891173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/94891173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/05/elegi-duka-ramah-yang-merangkul-malam.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-94726011</id><published>2003-05-22T14:08:00.000+07:00</published><updated>2003-05-22T14:08:52.183+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Perginya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perginya yang lalu&lt;br /&gt;tinggalkan selusin tanya tersisa&lt;br /&gt;membenamkan misteri dari awangan&lt;br /&gt;dalam lumpur kering terang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perginya yang lalu&lt;br /&gt;sepikan ramai di antara&lt;br /&gt;rebahkan gejolak rasa merangkai tua&lt;br /&gt;yang bawa raga ke arah siang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[21.05.03]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-94726011?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/94726011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/94726011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/05/perginya-perginya-yang-lalu-tinggalkan.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-94183278</id><published>2003-05-12T11:09:00.000+07:00</published><updated>2003-05-12T13:45:48.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Di timur, di timur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumpas sudah sebagian rindu&lt;br /&gt;pada tumpang atap-atap rumbia&lt;br /&gt;dan tapak-tapak undur&lt;br /&gt;ayun angin-angin&lt;br /&gt;bangku kayu setepi lapangan bola&lt;br /&gt;ikan bakar&lt;br /&gt;cumi bakar&lt;br /&gt;udang bakar&lt;br /&gt;kangkung bakar&lt;br /&gt;ditemani berkotak-kotak &lt;i&gt;Tinto&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;sepanjang pasir putih&lt;br /&gt;kerumunan gadis-gadis pantai&lt;br /&gt;dengan nyala lilin di genggaman&lt;br /&gt;dengan himne puja di gumaman&lt;br /&gt;-- kalau tak salah ini bulan Maria --&lt;br /&gt;sekarang tinggal menunggu rindu baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Dili, 08.05.03]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-94183278?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/94183278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/94183278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/05/di-timur-di-timur-tumpas-sudah.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-93794780</id><published>2003-05-05T18:54:00.000+07:00</published><updated>2003-05-05T22:58:42.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Akankah Kisah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air merah bening bulat tumpah sudah&lt;br /&gt;tercecer di lapis-lapis arkrilik meja sepi&lt;br /&gt;menetes ke permukaan kawat duri&lt;br /&gt;direntangnya halang &lt;br /&gt;mendarah pedih dan panas&lt;br /&gt;mengasam racun&lt;br /&gt;memuntah mual&lt;br /&gt;meriak ludah pejuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meretak cangkir bundar purnama&lt;br /&gt;tepiannya merigi tajam sayat&lt;br /&gt;kulit-kulit hati nan bertabur balsam&lt;br /&gt;pada malam-malam sendiri&lt;br /&gt;pada hari-hari sunyi&lt;br /&gt;pada untaian pesan&lt;br /&gt;pada gulungan harap&lt;br /&gt;pada titik-titik embun hijau hitam kuning&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merangkum bunga dalam satu cupu&lt;br /&gt;tempat dikremasi buluh semesta&lt;br /&gt;merindu mengawang mengasap&lt;br /&gt;melanggam dibenam sumpah&lt;br /&gt;nelangsa di dasarnya danau karma&lt;br /&gt;jiwa-jiwa&lt;br /&gt;maki-maki&lt;br /&gt;sia-sia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[05.05.03]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-93794780?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/93794780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/93794780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/05/akankah-kisah-air-merah-bening-bulat.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-93234474</id><published>2003-04-25T18:34:00.000+07:00</published><updated>2003-10-23T15:23:23.276+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Teater Mimpi &lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;dalam lenguh jarum jam, kita menggelandang siang, mengusir mentari serampang, mencoba mengeja kata dari buraian rindu tak tercela&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam jeram masa, kita menyapih bosan, menyekap segala rupa bahasa yang meluncur liar dari lubang-lubang palka perahu jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;sabut waktu mencuci ingatku, akan sebuah tema yang menyusun abad hidup, dan seberapa jauh aku berlari, mencari satu bingkai kosong tuk memampang wajahmu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rindu ini tak berperi. dan pedih hanya membawaku ke papan-papan di pelabuhan, berserak, menjaga dingin-dingin malam dan titik embun yang meliat di punggung-punggung telanjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;bulan khianat menjaring rasi-rasi berdebu dan menaburkannya sebagai resah di lowong semesta gelap, tetes-tetesnya membeku di ujung-ujung rambut kita, membentuk selingkar galaksi di hati&lt;/i&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kita hanya bisa menunggu sesal, akhir cerita menggulung lipat di kelopak mata, campak dan bingung melebam histeria air pasang yang tak lagi membawa ombak melintasi ruahan air di tepian pasir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;sesungguhnya, ribuan sungguh menjejal dalam benak, cintamu bersanding karang-karang batu melahirkan erosi dan aku bersimpuh lebam melepaskan kapal-kapal kertas berisi namamu &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kekaleman yang tercerai, kita memahat istana dari kerikil. ada pesan yang terlupakan di lipatan-lipatan kertas. mendaur bersama alir angin, mengabur bersama kelu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;menjadi risalah jejak sejarah di dinding-dinding gua, terpasung stalaktit-stalaktit dingin dan kabut sebagai kelambu tidur rindu kita yang kepanjangan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita, yang menjalin arwah-arwah putih dengan sutra merah ungu, menisiknya dengan tulang-tulang purbakala yang ditemu dari situs-situs berwarna jingga di kota-kota kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;entah berapa mimpi terangkai pada seluloid usang terpasang tiap kali sosokmu kerap tersenjang &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setiap kali kau lempar ngeri melintasi kawat-kawat pagar berduri, memaksa beku yang menggigil di luar kubik-kubik kaca ruang fantasi mengapi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;setiap kali kau menerjang tabu dengan ceracaunya, meninggalkan kekhusukan pada simpuhku di pulau-pulau khayal mengapung&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita pun luruh pada angkuh, pada geleparan rasa di pagi-pagi buta, pada ketakutan akan hitam dan pengadilan air mata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;kita pun luruh tersisip angin membawa kita menjauhi buaian, kembali ke senyata kisah di gaung bait-bait madrigal hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Y!m 25.04.03]&lt;br /&gt;kolaborasi dengan &lt;a href="http://www.randurini.tk" target="_blank"&gt;Bunga Randu &lt;/a&gt;(+)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-93234474?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/93234474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/93234474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/04/teater-mimpi-dalam-lenguh-jarum-jam.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-93100587</id><published>2003-04-23T15:21:00.000+07:00</published><updated>2003-05-12T19:08:40.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Sajak Bumi &lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suara hati yang menderak dahan-dahan kering meranggas menjelang patah luruh di gurun sabana menampar angin-angin bawah sadar insan benua &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;mencuri rahasia gugurnya detik demi detik dalam debar menggeletar yang lapar dan haus dalam gerowong raksasa resah yang bercucuran dari bibir dialog talang talang hati hujan yang mengering di kemarau&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;denting-denting air runtuh dari tanah-tanah merah berpayung hitam berselimut mantra doa saujana iringi kepak sayap harap berpalung menara tembus awan pelangi-pelangi, hembuskan dingin masam menusuk paru-paru jiwa dalam remahan waktu yang berdentang pekak telinga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;pekak gaung di tetes silam jatuh atas genang air air yang telah tak bernyawa dalam kekeringan yang memandang rindu pada langit langit tempatnya sekali waktu bertahta dalam gemawang yang memahami segala, terluka seakan terhukum katung antara langit dan bumi dan tanah tanah redam tersisa melata atas rusuk rusuk yang rawan lelap dekap bumi yang ambigu, mengusik takzim sunyi jadi lolong mendayu meruah dari bebatuan hati yang melembab langu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan kala yang marah meragi sukma jadi basi, menangkup resah menyimpannya dalam peti-peti rapat berpaku batu granit hitam, menjauh dari tangan-tangan berjelaga berebut segamit langit segamit bumi agar terjaga di rasi dimensi yang tak surgawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;i&gt;jernih jujur gemericik kolam kolam hati tersembunyi di dasarnya kelam maha hampa yang membungkam. menyuling segala nyala dan cahaya, hasrat dan resah resah membahana dalam purgatoria yang memerah segala jadi hening murni yang jernihkan hasrat hasrat kepada umbi lapis akhir tuntas dikelupasi sampai tertinggal bijih lembaga hati&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[y!m, 23.04.03]&lt;br /&gt;kolaborasi dengan &lt;a href="http://cecilmariani.blogspot.com" target="_blank"&gt;Cecil Mariani &lt;/a&gt;(+)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-93100587?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/93100587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/93100587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/04/sajak-bumi-suara-hati-yang-menderak.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-92966508</id><published>2003-04-21T12:08:00.000+07:00</published><updated>2003-04-21T12:19:28.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Yang Akan Kembali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah kecil tak sengaja menapak&lt;br /&gt;Jalani tanjakan terjal gamping pasi&lt;br /&gt;Leleh nafas yang tertahan sengal&lt;br /&gt;Hantar terik matahari jelajahi malam hari&lt;br /&gt;Membakar aliran sungai-sungai mantra&lt;br /&gt;Membuncahi gelak dada dengan usap cedera&lt;br /&gt;Meranggasi pucuk pohon bintang dengan jilat luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lelaku mulai membayang rindu&lt;br /&gt;Yang menunggu jelang di balik kelambu&lt;br /&gt;Puruk pilu di gelagap sudut ruang-ruang&lt;br /&gt;Tempat kenangan-kenangan bertebaran&lt;br /&gt;Membiarkan kelam berlalu membawa bosan&lt;br /&gt;Bersama tumpahan residu kemurungan&lt;br /&gt;Menghitung waktu yang bergelinjangan tak tentu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[20.04.03]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-92966508?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/92966508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/92966508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/04/yang-akan-kembali-langkah-langkah.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-92570007</id><published>2003-04-14T14:34:00.000+07:00</published><updated>2003-05-12T19:09:26.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Antropomorfisme II&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matahari jentikkan lagi jari-jarinya siang itu&lt;br /&gt;peluh yang mencair bosan di pori-pori&lt;br /&gt;basahi hari, dengan butiran-butirannya&lt;br /&gt;yang mengkristal dalam sendawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata tawa melambung ke langit-langit&lt;br /&gt;bersama asap ke awang-awang&lt;br /&gt;menjelajah di dinding putih ramah&lt;br /&gt;menggelinjang di dingin tanah merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;denting-denting nada berpadu jadi bahasa&lt;br /&gt;ada lagu, ada sendu, ada gurau&lt;br /&gt;lalu pecahlah kebekuan yang jumawa kala paginya&lt;br /&gt;jadi mangkak embun di pelukan senja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu dua kata bersaut, menjadi memori&lt;br /&gt;kantuk lelah kejam menista, tak lagi diraga&lt;br /&gt;karna rasa ajari kita untuk mencerna dunia&lt;br /&gt;dengan senyum dan tawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Lebakbulus, 12.04.03]&lt;br /&gt;&lt;i&gt;* jawaban buat Antropomorfisme-nya &lt;a href="http://arwan.blogspot.com"&gt;Arwan&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-92570007?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/92570007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/92570007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/04/antropomorfisme-ii-matahari-jentikkan.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-92405198</id><published>2003-04-11T10:53:00.000+07:00</published><updated>2003-04-14T14:42:39.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Di Televisi Kulihat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segumpal riak&lt;br /&gt;Mendesak tenggorokan luka&lt;br /&gt;Rejan nafas&lt;br /&gt;dan duka demi nestapa menggema lagi&lt;br /&gt;Di belahan bumi ini&lt;br /&gt;Menebar hawa kematian&lt;br /&gt;Ke mega-mega hitam&lt;br /&gt;Ke lautan dalam&lt;br /&gt;Satu per satu pulang ke pangkuan&lt;br /&gt;Jerih&lt;br /&gt;Sakit&lt;br /&gt;Kecewa&lt;br /&gt;Sedih&lt;br /&gt;Gila&lt;br /&gt;Takut&lt;br /&gt;Mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[09.04.2003]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-92405198?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/92405198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/92405198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/04/di-televisi-kulihat-segumpal-riak.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-92295438</id><published>2003-04-09T22:31:00.000+07:00</published><updated>2003-04-11T10:54:01.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Di Sebuah Persinggahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;liku jalan terjarah sudah&lt;br /&gt;lembar sampul merah pun terserah&lt;br /&gt;saat mendung rayu lagi sore&lt;br /&gt;meja&lt;br /&gt;tangga&lt;br /&gt;jendela&lt;br /&gt;kain bali &lt;br /&gt;dan selimut basi&lt;br /&gt;geletuk dingin jadi ragi hati&lt;br /&gt;melebur bersama kopi panas&lt;br /&gt;kepul rokok&lt;br /&gt;denting gitar&lt;br /&gt;ayam bakar&lt;br /&gt;lingkar kala,lengkung pena&lt;br /&gt;dihujam meremuk redam&lt;br /&gt;malam resah, gerah, lelah, remah&lt;br /&gt;lenguh suara dibekap sepi&lt;br /&gt;pada akhir sisa yang terberai&lt;br /&gt;mengalir bersama keringat&lt;br /&gt;beku air mandi&lt;br /&gt;kopi panas (lagi)&lt;br /&gt;ayam goreng&lt;br /&gt;teh botol dingin&lt;br /&gt;bir hangat&lt;br /&gt;kepul rokok (lagi) sepanjang esok hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[06.04.2003]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-92295438?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/92295438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/92295438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/04/di-sebuah-persinggahan-liku-jalan.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-91539096</id><published>2003-03-28T17:59:00.000+07:00</published><updated>2003-03-28T17:59:01.576+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Saat Gerimis Dini Hari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kembang kempis alam mimipi buruk&lt;br /&gt;berlalu bersama angin pagi &lt;br /&gt;halau bau busuk bangkai tikus setengah mati&lt;br /&gt;pangkas rerumputan yang melutut&lt;br /&gt;pagi ini bumi menengadah lagi&lt;br /&gt;menatap langit-langit abu pasi&lt;br /&gt;dan lebam tetes hujan tadi malam&lt;br /&gt;seriak turun basahi tubuh&lt;br /&gt;haus akan dingin gunung dan ramai pasar&lt;br /&gt;lapar kepul rokok dan harum kopi&lt;br /&gt;mengulangi hari lagi&lt;br /&gt;selalu setiap kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kemang, 28.03.03]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-91539096?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/91539096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/91539096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/03/saat-gerimis-dini-hari-kembang-kempis.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-91338558</id><published>2003-03-25T17:59:00.000+07:00</published><updated>2003-03-25T17:59:59.843+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;mendung itu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;:&lt;i&gt;tag&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendung itu datang&lt;br /&gt;tapi tak mestinya hujan&lt;br /&gt;kelam semalaman, basah secipratan&lt;br /&gt;kala tampak&lt;br /&gt;kala terang&lt;br /&gt;kala benderang&lt;br /&gt;kala mati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[contempo, 25.03.03]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-91338558?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/91338558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/91338558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/03/mendung-itu-tag-mendung-itu-datang.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-91114647</id><published>2003-03-21T16:36:00.000+07:00</published><updated>2003-03-25T18:59:45.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;1001 malam - revisited&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari-hari baru&lt;br /&gt;tak cuma cawan kopi dingin&lt;br /&gt;dan tangkup roti tawar&lt;br /&gt;akhiri gelisah panjang golek malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari-hari baru&lt;br /&gt;kupu lebah mengais nektar darah&lt;br /&gt;ada kejam menetes di televisi&lt;br /&gt;dibungkus koran pagi dan sore&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari-hari baru&lt;br /&gt;menampak pucat dan tebal&lt;br /&gt;ratap ulat lepas bulu dan kaki&lt;br /&gt;tak jadi cari pohon bikin kepompong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[pejaten, 21.03.2003]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-91114647?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/91114647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/91114647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/03/1001-malam-revisited-hari-hari-baru.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-91114585</id><published>2003-03-21T16:33:00.000+07:00</published><updated>2003-03-21T16:39:03.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Kawan, Pulanglah !&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;:arwan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang kau cari Kawan?&lt;br /&gt;mengorek daun asap sampai segantang&lt;br /&gt;tak renyah juga rengginang di tampah&lt;br /&gt;mana kailmu? &lt;br /&gt;mana tanggukmu?&lt;br /&gt;sini, biar kuajari kau mengorek telaga&lt;br /&gt;tak ada jentik tikus dan kecoa&lt;br /&gt;cuma ada warna&lt;br /&gt;bawa pulang untuk ibumu&lt;br /&gt;jadikan kain buat baju&lt;br /&gt;dan selimut hangatkan malam hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[18.03.2003]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-91114585?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/91114585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/91114585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/03/kawan-pulanglah-arwan-apa-yang-kau.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-90499598</id><published>2003-03-11T10:57:00.000+07:00</published><updated>2003-04-14T14:43:36.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Dari Hilir ke Mudik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;:ndu &amp; cecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dirana di gerbang kota&lt;br /&gt;jalan ini raya mulus lurus&lt;br /&gt;sejenak diambang, mencabang lah ia&lt;br /&gt;sebentar ditapak, meretak juga ia&lt;br /&gt;semerta dijamah, menanah pula ia&lt;br /&gt;langkah pun ganti ragu dan malu&lt;br /&gt;jengah pun jadi lagu dan rindu&lt;br /&gt;tapi musti jadi resah rasa&lt;br /&gt;karna langkah yang tadi gagah&lt;br /&gt;tak pernah sampai menjamah ranah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11.03.2003]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-90499598?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/90499598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/90499598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/03/dari-hilir-ke-mudik-ndu-cecil-dirana.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-90499316</id><published>2003-03-11T10:52:00.000+07:00</published><updated>2003-03-11T10:52:20.606+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Pengantar Minum Teh&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini kudengar kabar&lt;br /&gt;katanya ada gerimis api&lt;br /&gt;lalu pangeran raja sibuk cari kambing mati&lt;br /&gt;yang sembunyi tak mau juga lari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini kubaca sembab&lt;br /&gt;air mata nanah tampias lagi&lt;br /&gt;maka sahaya pening cari cinta&lt;br /&gt;yang tak lagi semurah celeng Sumatra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Cikini, 08.03.2003]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-90499316?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/90499316'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/90499316'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/03/pengantar-minum-teh-sore-ini-kudengar.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-89033398</id><published>2003-02-13T21:42:00.000+07:00</published><updated>2003-02-13T21:42:15.253+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Selamat Siang, Hujan!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kulihat seringai sinis&lt;br /&gt;Pada tetes-tetes airmu jatuh&lt;br /&gt;Kembali kulihat amarah&lt;br /&gt;Pada senggamamu tertanah&lt;br /&gt;Kembali kulihat dendam&lt;br /&gt;Pada sungaimu mengalir&lt;br /&gt;Kembali tertegun aku pada kenangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Menteng, 13.02.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-89033398?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/89033398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/89033398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/02/selamat-siang-hujan-kembali-kulihat.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-87824137</id><published>2003-01-22T12:00:00.000+07:00</published><updated>2003-01-22T12:00:18.800+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Pada Suatu Senja di Pelataran Kota&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secangkir kopi pahit,&lt;br /&gt;Di seberang stasiun tua&lt;br /&gt;Bersama hamparan batu kali&lt;br /&gt;Dari penjuru negeri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebotol bir dingin,&lt;br /&gt;Dan orang-orang lalu-lalang&lt;br /&gt;Bersama merpati dan burung gereja&lt;br /&gt;Di teras Southbank dan Bourke Plaza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan siapakah aku&lt;br /&gt;Bersama siang di dua malam kehampaan?&lt;br /&gt;Dan siapakah engkau&lt;br /&gt;Di atas atap memandang belantara merah jingga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secangkir kopi pahit,&lt;br /&gt;Sebotol bir dingin,&lt;br /&gt;Mengabut, dihembus dingin angin kutub&lt;br /&gt;Mengabut, diasapi gersangnya hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Melbourne, 20.01.2003]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-87824137?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/87824137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/87824137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/01/pada-suatu-senja-di-pelataran-kota.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-86996873</id><published>2003-01-06T14:30:00.000+07:00</published><updated>2003-01-06T14:30:18.693+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Mimpi di Jalan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kabut-kabut&lt;br /&gt;embun-embun&lt;br /&gt;kupu-kupu&lt;br /&gt;dan indah wajah malam&lt;br /&gt;menyapa raup air di muka&lt;br /&gt;sepi kanan-kiri tak rasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelap-kelip&lt;br /&gt;raung-raung&lt;br /&gt;kadung-kadung&lt;br /&gt;dan mati sajalah mereka&lt;br /&gt;yang menyeret nyawa papa&lt;br /&gt;di jalanan raja-raja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Karanganyar, 29.12.2002]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-86996873?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/86996873'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/86996873'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/01/mimpi-di-jalan-kabut-kabut-embun-embun.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-86996807</id><published>2003-01-06T14:28:00.000+07:00</published><updated>2003-01-06T14:31:53.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Selamat Tahun Baru !&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekeranjang mangga&lt;br /&gt;Sejaring jambu air&lt;br /&gt;Tiga kilo duku&lt;br /&gt;Dua ikat durian&lt;br /&gt;Setudung cempedak&lt;br /&gt;dan&lt;br /&gt;Sepotong cinta&lt;br /&gt;yang tak sempat dilampiaskan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Tegal, 31.12.2002]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-86996807?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/86996807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/86996807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2003/01/selamat-tahun-baru-sekeranjang-mangga.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889801</id><published>2002-12-12T19:11:00.000+07:00</published><updated>2002-12-12T19:11:26.066+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Di Sini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin pulang&lt;br /&gt;Dan tidur-tiduran di kamar&lt;br /&gt;Asal bukan kamar mayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11.12.1994]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889801?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/di-sini-aku-ingin-pulang-dan-tidur.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889782</id><published>2002-12-12T19:10:00.001+07:00</published><updated>2002-12-12T19:10:48.003+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Ada Apa Saja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada petani dan istrinya&lt;br /&gt;Ada kerbau dan bajak&lt;br /&gt;Ada bibit dan pupuk&lt;br /&gt;Ada hama dan pestisida&lt;br /&gt;Ada hujan dan sungai&lt;br /&gt;Tapi&lt;br /&gt;Dimana sawah dan ladang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[24.04.1994]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889782?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/ada-apa-saja-ada-petani-dan-istrinya.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889764</id><published>2002-12-12T19:10:00.000+07:00</published><updated>2002-12-12T19:10:15.346+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Tengah Malam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi&lt;br /&gt;Membuka sebelah matanya&lt;br /&gt;Karna yang sebelah lagi&lt;br /&gt;Dipakai sang malam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam&lt;br /&gt;Menutup sebelah matanya&lt;br /&gt;Karna yang sebelah lagi&lt;br /&gt;Dipakai sang pagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[06.10.1993]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889764?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/tengah-malam-pagi-membuka-sebelah.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889756</id><published>2002-12-12T19:09:00.001+07:00</published><updated>2002-12-12T19:09:44.033+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Ada Sepi di sini&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sepi di jalan ini&lt;br /&gt;Deru mobil berpacu&lt;br /&gt;Tinggalkan asap&lt;br /&gt;Dan debu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Sepi di langit ini&lt;br /&gt;Burung melintas layang&lt;br /&gt;Menembus awan&lt;br /&gt;Dan pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sepi di hati ini&lt;br /&gt;Ketika malam merambat&lt;br /&gt;Memeluk setiap raga&lt;br /&gt;Dan mimpi-mimpi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Bulaksumur, 20.08.1993]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889756?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/ada-sepi-di-sini-ada-sepi-di-jalan-ini.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889740</id><published>2002-12-12T19:09:00.000+07:00</published><updated>2002-12-12T19:09:12.080+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Parodi Fabel Sekarat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor buaya menangis&lt;br /&gt;Binatang-binatang tertawa&lt;br /&gt;Seekor buaya tertawa&lt;br /&gt;Alam tertunduk&lt;br /&gt;Iba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seekor dubuk tertawa&lt;br /&gt;Manusia-manusia tak rasa&lt;br /&gt;Seekor dubuk menangis&lt;br /&gt;Dunia berisak&lt;br /&gt;Sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[29.03.1993]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889740?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/parodi-fabel-sekarat-seekor-buaya.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889731</id><published>2002-12-12T19:08:00.000+07:00</published><updated>2002-12-12T19:08:35.410+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Pelangi Hitam&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenggorokanku kering&lt;br /&gt;Tak sanggup&lt;br /&gt;Ucap sepatah kata pun&lt;br /&gt;Pandangku memuruk di kaki langit&lt;br /&gt;Pada pelangi&lt;br /&gt;Hitam&lt;br /&gt;Tak ada rintik hujan&lt;br /&gt;Yang menghantar warna&lt;br /&gt;Alangkah buruk rupanya&lt;br /&gt;Tanpa me-ji-ku-hi-bi-ni-u&lt;br /&gt;Hanya hitam&lt;br /&gt;Tenggorokanku tak lagi kering&lt;br /&gt;Tapi&lt;br /&gt;Tetap tak sanggup&lt;br /&gt;Ucap kata&lt;br /&gt;Walau yang benar-benar patah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15.12.1992]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889731?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/pelangi-hitam-tenggorokanku-kering-tak.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889711</id><published>2002-12-12T19:07:00.001+07:00</published><updated>2002-12-12T19:07:55.893+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Lagu Tentang-Tentang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyikan&lt;br /&gt;Lagu tentang keindahan cinta&lt;br /&gt;Tentang angan-angan manusia&lt;br /&gt;Tentang hidup di istana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyikan&lt;br /&gt;Lagu tentang ratap derita&lt;br /&gt;Tentang nyatanya semesta&lt;br /&gt;Tentang mati di onggok sampah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyanyikan&lt;br /&gt;Di dua kutub dunia&lt;br /&gt;Agar orang-orang katulistiwa&lt;br /&gt;Bingung mencari asal mula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[22.11.1992]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889711?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/lagu-tentang-tentang-nyanyikan-lagu.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889696</id><published>2002-12-12T19:07:00.000+07:00</published><updated>2002-12-12T19:07:15.690+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Batu Sial&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu&lt;br /&gt;Hitam legam&lt;br /&gt;Kaku&lt;br /&gt;Ditendang anak kecil&lt;br /&gt;Menggelinding masuk selokan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu&lt;br /&gt;Hitam legam&lt;br /&gt;Kaku&lt;br /&gt;Ditendang perempuan&lt;br /&gt;Menggelinding masuk jurang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batu&lt;br /&gt;Hitam legam &lt;br /&gt;Kaku&lt;br /&gt;Disepak kambing tua&lt;br /&gt;Menggelinding masuk kandang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[08.11.1992]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889696?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/batu-sial-batu-hitam-legam-kaku.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889677</id><published>2002-12-12T19:06:00.000+07:00</published><updated>2002-12-12T19:06:31.296+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;i&gt;Rendre L’Ame&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhenti langkah kaki&lt;br /&gt;Berhenti derak&lt;br /&gt;Tegak&lt;br /&gt;Menghempas bumi hati&lt;br /&gt;Di langit sepi swara&lt;br /&gt;Gelap&lt;br /&gt;Pekat&lt;br /&gt;Tergeletak&lt;br /&gt;… senyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13.08.1992]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889677?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/rendre-lame-berhenti-langkah-kaki.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889650</id><published>2002-12-12T19:05:00.001+07:00</published><updated>2002-12-12T19:05:40.576+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Apestory&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat pendakian&lt;br /&gt;Terpeleset&lt;br /&gt;Melayang jatuh&lt;br /&gt;Dan terbangun dalam suasana putih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10.06.1992]&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889650?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/apestory-saat-pendakian-terpeleset.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889636</id><published>2002-12-12T19:05:00.000+07:00</published><updated>2002-12-12T19:05:05.623+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Hidup Itu Perjuangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang sepuh berjalah tatih&lt;br /&gt;Terantuk batu&lt;br /&gt;Lalu jatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[04.03.1992]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889636?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/hidup-itu-perjuangan-seorang-sepuh.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85889615</id><published>2002-12-12T19:04:00.000+07:00</published><updated>2002-12-12T19:04:09.110+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;Thrash Opera&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami panggil jiwa kami&lt;br /&gt;Dalam irama berpacu dengan waktu&lt;br /&gt;Dalam dentum perkusi nirnada&lt;br /&gt;Dalam cabik melodi penuh emosi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami panggil jiwa kami&lt;br /&gt;Dalam hati penuh ambisi&lt;br /&gt;Dalam rasa penuh harapan&lt;br /&gt;Dalam nada menjulang mengoyak langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Feb 1992]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85889615?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85889615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/thrash-opera-kami-panggil-jiwa-kami.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-85716926</id><published>2002-12-09T14:31:00.000+07:00</published><updated>2002-12-09T14:32:47.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;FITRAH?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari membaca lentera&lt;br /&gt;mengkaji muka&lt;br /&gt;membalik kitab huruf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alif&lt;br /&gt;ba&lt;br /&gt;ta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hujan kembali hujan&lt;br /&gt;napas kembali napas&lt;br /&gt;lapang kembali lapang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu&lt;br /&gt;dua&lt;br /&gt;tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak peduli jumrah&lt;br /&gt;tak perlu rajam&lt;br /&gt;yang batu tetap saja batu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Bogor, 6 Des 2002]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-85716926?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85716926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/85716926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/12/fitrah-mari-membaca-lentera-mengkaji.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3565544.post-84215159</id><published>2002-11-08T15:06:00.000+07:00</published><updated>2002-11-08T15:09:34.000+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;b&gt;HITTOKIRI&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pedang butuh selendang&lt;br /&gt;Mengantar membunuh kematian&lt;br /&gt;Demi bahagia&lt;br /&gt;pun tega bawa pedih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan luka selamanya luka &lt;br /&gt;sampai mati tekad hati sang pedang&lt;br /&gt;yang tak pernah mengerti fungsi selendang&lt;br /&gt;selain jadi jimat cari selamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti laki-laki dan perempuan&lt;br /&gt;Setiap pedang butuh selendang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[mimpi di Kyoto, 8 Nov 2002]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3565544-84215159?l=agungyudha.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/84215159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3565544/posts/default/84215159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://agungyudha.blogspot.com/2002/11/hittokiri-setiap-pedang-butuh.html' title=''/><author><name>Agung Yudha</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00045248463087590333</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://i16.photobucket.com/albums/b21/agungyudha/octavarium.jpg'/></author></entry></feed>
