<body bgcolor="#000000" text="#000000">
dunia di musim hati




Pada Bara Yang Terlerai

Hisap dan hembus sublim semerta jadi liuk liat lorong panjang labirin ketidakpastian. Getir dan manis hangat seperti ekstase lekat sebagai lukisan-lukisan abstrak menggantung canggung di sepanjang dindingnya yang penuh cermin dan warna. Hujan curah deras, hela itu nafas dan asap menguap dari ujung sudut yang meranggas hebat. Aku diingatkan pada kisah lalu yang menakjubkan. Tentang tetes air jatuh dari langitlangit putih kusam menuju peraduan mahkota hitam membawa sejumput sukma menjelma kupu rama bertekstur jingga yang beterbangan di hadapan layar kaca berjelaga.

[29.10.2003]





Parangkusumo

engkau menghampiri mimpiku
dengan surjan biru terang gerlap
jarik batik pedang dan bunga
juga dongak dihadap cermin tua
kasur kapuk ranjang jati yang kau goyang
dan tidur lelap yang kau gugah
dengan cahaya mata dan wajahmu
tidak punya makna kecuali tua
seperti bincang dan tukar tawa kita
kau dan aku malam itu berubah rupa
jadi hantu dan dupa

[25.10.2003]





Nirwala: Maha Nirswara

(: diam)

rajahan di sekujur punggung
dan ukiran serat pisau kayu
tebarkan banyak cerita tak tersampaikan
melesat dari satu pilar ke pilar lain
menuju gelap bukit belantara
memondong misteri dalam pelukan

[07.10.2003]




navigasi
narasi

Puisi demi puisi berjalan bersama waktu. Kuning-hijau-biru-ungu berbuku-buku. Ketika kuasa tak ayal direngkuh, melainkan lelah dan jenuh. Berbait-bait puisi tercipta dengan tinta peluh. Lalu cinta disua pada suatu masa. Cinta yang lemah dan juwita, cinta yang berkuasa. Seketika berbait-bait puisi tercipta dengan tinta merah jingga. Puisi-puisi itu adalah monumen. Yang disebar di batas-batas wilayah kuasa. Disebar di muka dunia nan maya. Atas nama cinta.

[Jakarta, Juni 2002]


Arsip
tentang

Agung Yudha
Agung Yudha

Lahir di Bandung bulan Juli 1976. Selain menulis sajak dan prosa, juga menulis untuk jurnal dan surat kabar serta menjadi periset dan editor lepas. Sajak-sajaknya dimuat antara lain dalam antologi puisi Dian Sastro for President (AKY-Bentang, 2002), Dian Sastro for President #2: Reloaded (AKY-Bentang, 2003), antologi puisi Temu Sastra Jakarta Bisikan Kata Teriakan Kota (Dewan Kesenian Jakarta - Bentang, 2003), antologi Maha Duka Aceh (PDS HB Jassin, 2005) serta milis Penyair, Musyawarah-Burung, Hitam-putih, dan Bumimanusia.

beberapa karya foto bisa dilihat di situs DeviantArt


komune
sindikat
basabasi

spanduk

content and layout © 2004 Agung Yudha

background image by 'dedidude' courtesy of DT Xtreme

menyalin/menerbitkan materi dalam situs ini di media lain harus dengan sepengetahuan pemilik situs.