<body bgcolor="#000000" text="#000000">
dunia di musim hati






Di Sini

Aku ingin pulang
Dan tidur-tiduran di kamar
Asal bukan kamar mayat

[11.12.1994]







Ada Apa Saja

Ada petani dan istrinya
Ada kerbau dan bajak
Ada bibit dan pupuk
Ada hama dan pestisida
Ada hujan dan sungai
Tapi
Dimana sawah dan ladang?

[24.04.1994]







Tengah Malam

Pagi
Membuka sebelah matanya
Karna yang sebelah lagi
Dipakai sang malam

Malam
Menutup sebelah matanya
Karna yang sebelah lagi
Dipakai sang pagi

[06.10.1993]







Ada Sepi di sini

Ada sepi di jalan ini
Deru mobil berpacu
Tinggalkan asap
Dan debu

Ada Sepi di langit ini
Burung melintas layang
Menembus awan
Dan pelangi

Ada sepi di hati ini
Ketika malam merambat
Memeluk setiap raga
Dan mimpi-mimpi…

[Bulaksumur, 20.08.1993]







Parodi Fabel Sekarat

Seekor buaya menangis
Binatang-binatang tertawa
Seekor buaya tertawa
Alam tertunduk
Iba.

Seekor dubuk tertawa
Manusia-manusia tak rasa
Seekor dubuk menangis
Dunia berisak
Sedih.

[29.03.1993]







Pelangi Hitam

Tenggorokanku kering
Tak sanggup
Ucap sepatah kata pun
Pandangku memuruk di kaki langit
Pada pelangi
Hitam
Tak ada rintik hujan
Yang menghantar warna
Alangkah buruk rupanya
Tanpa me-ji-ku-hi-bi-ni-u
Hanya hitam
Tenggorokanku tak lagi kering
Tapi
Tetap tak sanggup
Ucap kata
Walau yang benar-benar patah

[15.12.1992]







Lagu Tentang-Tentang

Nyanyikan
Lagu tentang keindahan cinta
Tentang angan-angan manusia
Tentang hidup di istana

Nyanyikan
Lagu tentang ratap derita
Tentang nyatanya semesta
Tentang mati di onggok sampah

Nyanyikan
Di dua kutub dunia
Agar orang-orang katulistiwa
Bingung mencari asal mula

[22.11.1992]







Batu Sial

Batu
Hitam legam
Kaku
Ditendang anak kecil
Menggelinding masuk selokan

Batu
Hitam legam
Kaku
Ditendang perempuan
Menggelinding masuk jurang

Batu
Hitam legam
Kaku
Disepak kambing tua
Menggelinding masuk kandang

[08.11.1992]







Rendre L’Ame

Berhenti langkah kaki
Berhenti derak
Tegak
Menghempas bumi hati
Di langit sepi swara
Gelap
Pekat
Tergeletak
… senyap

[13.08.1992]







Apestory

Saat pendakian
Terpeleset
Melayang jatuh
Dan terbangun dalam suasana putih

[10.06.1992]







Hidup Itu Perjuangan

Seorang sepuh berjalah tatih
Terantuk batu
Lalu jatuh

[04.03.1992]







Thrash Opera

Kami panggil jiwa kami
Dalam irama berpacu dengan waktu
Dalam dentum perkusi nirnada
Dalam cabik melodi penuh emosi

Kami panggil jiwa kami
Dalam hati penuh ambisi
Dalam rasa penuh harapan
Dalam nada menjulang mengoyak langit

[Feb 1992]







FITRAH?

Mari membaca lentera
mengkaji muka
membalik kitab huruf

alif
ba
ta

Dan hujan kembali hujan
napas kembali napas
lapang kembali lapang

satu
dua
tiga

Tak peduli jumrah
tak perlu rajam
yang batu tetap saja batu

[Bogor, 6 Des 2002]




navigasi
narasi

Puisi demi puisi berjalan bersama waktu. Kuning-hijau-biru-ungu berbuku-buku. Ketika kuasa tak ayal direngkuh, melainkan lelah dan jenuh. Berbait-bait puisi tercipta dengan tinta peluh. Lalu cinta disua pada suatu masa. Cinta yang lemah dan juwita, cinta yang berkuasa. Seketika berbait-bait puisi tercipta dengan tinta merah jingga. Puisi-puisi itu adalah monumen. Yang disebar di batas-batas wilayah kuasa. Disebar di muka dunia nan maya. Atas nama cinta.

[Jakarta, Juni 2002]


Arsip
tentang

Agung Yudha
Agung Yudha

Lahir di Bandung bulan Juli 1976. Selain menulis sajak dan prosa, juga menulis untuk jurnal dan surat kabar serta menjadi periset dan editor lepas. Sajak-sajaknya dimuat antara lain dalam antologi puisi Dian Sastro for President (AKY-Bentang, 2002), Dian Sastro for President #2: Reloaded (AKY-Bentang, 2003), antologi puisi Temu Sastra Jakarta Bisikan Kata Teriakan Kota (Dewan Kesenian Jakarta - Bentang, 2003), antologi Maha Duka Aceh (PDS HB Jassin, 2005) serta milis Penyair, Musyawarah-Burung, Hitam-putih, dan Bumimanusia.

beberapa karya foto bisa dilihat di situs DeviantArt


komune
sindikat
basabasi

spanduk

content and layout © 2004 Agung Yudha

background image by 'dedidude' courtesy of DT Xtreme

menyalin/menerbitkan materi dalam situs ini di media lain harus dengan sepengetahuan pemilik situs.